“Pada saat kita bisa mengenal dan bisa kendalikan, itu lah masuk ke dalam kategori self-healing,” ujar Aisah Dahlan dalam Seminar Nasional bertema Self-healing yang digelar Program Studi Magister Pendidikan Dasar (Dikdas) bersama alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui keterangan tertulis, Senin, 30 Maret 2026.
Isah menjelaskan self-healing merupakan proses pemulihan diri secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Menurutnya, ketika self-healing dilakukan dengan tepat, proses penyembuhan akan berlangsung lebih cepat.
Dalam perspektif Islam, self-healing dikenal dengan istilah muhasabah. Hal ini dianjurkan dilakukan pada malam hari dengan cara memaafkan diri sendiri dan orang lain.
Sehingga, dapat memperbaiki hubungan dengan sesama manusia maupun dengan Allah. Isah mengatakan keberadaan ilmu akan membuat proses self-healing menjadi lebih efektif.
Meskipun pada dasarnya, teknik self-healing telah dianugerahkan oleh Allah kepada setiap manusia.
Baca Juga :
Mendiktisaintek Bahas Penguatan Riset dan Pengembangan Kampus PTMA di UMS“Tapi semakin dewasa kita, peristiwa yang kita hadapi akan semakin beragam, kualitas permasalahannya juga semakin tinggi. Maka perlu punya ilmunya untuk teknik-teknik self-healing,” tutur dia.
Sekitar 400 peserta yang didominasi oleh kalangan ibu dan guru dari berbagai wilayah di Solo Raya hadir mengikuti seminar self-healing tersebut. Ketua Prodi Magister Dikdas UMS, Minsih, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja prodi yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan alumni sebagai penggerak.
“Seorang guru atau orang tua, tentunya harus sehat dulu agar nanti siswanya juga sehat secara psikologis,” jelas Minsih.
Dia menuturkan Magister Dikdas UMS turut berpartisipasi dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Hal ini sejalan dengan komitmen UMS dalam isu tersebut.
Rektor UMS, Harun Joko Prayitno, berharap seminar ini tidak berhenti pada penyampaian materi semata. Tetapi juga menjadi ruang berbagi solusi konkret dalam membangun ruang aman.
“Jadi aman itu bukan hanya pribadi atau personal, aman itu termasuk di dalam publik dan aman termasuk di dalam digital. Mohon kami semua nanti diberi resep, bukan hanya diberi teori, supaya ini akan menjadi alat ilmu yang tidak sekadar jadi biasa," ujar Harun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)





