Prajurit TNI Tewas di Lebanon, Legislator: Pelanggaran Berat Hukum Internasional

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Mahfudz Abdurrahman bersuara keras menyikapi kabar tewasnya satu prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL PBB atau pasukan perdamaian akibat serangan artileri Israel di Lebanon, Minggu (29/3).

“Ini bukan kecelakaan perang. Ini adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun," kata dia melalui layanan pesan, Senin (30/3).

BACA JUGA: Prajurit TNI Tewas Dalam Misi Perdamaian, DPR Singgung Evaluasi Penugasan

Legislator fraksi PKS itu menyebutkan tewasnya satu prajurit TNI di Lebanon sebagai bentuk nyata pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

"Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB adalah pelanggaran berat hukum humaniter internasional dan mencerminkan pengabaian total terhadap norma-norma global,” ujar Mahfudz.

BACA JUGA: Prajurit TNI Tewas Dalam Misi Perdamaian, Legislator Dorong Investigasi Transparan

Dia menilai serangan militer Israel ke Lebanon telah melampaui batas dan menunjukkan pola agresi yang makin brutal.

Menurut Mahfudz, serangan ke Lebanon mempertimbangkan keselamatan pihak-pihak yang seharusnya dilindungi, termasuk pasukan perdamaian.

BACA JUGA: Iran Tuding Israel Jadi Penyebab Prajurit TNI Gugur di Lebanon

“Agresi militer Israel di kawasan tersebut semakin tidak terkendali dan menunjukkan sikap abai terhadap hukum internasional,” lanjutnya.

Mahfudz melanjutkan serangan terhadap personel UNIFIL di Lebanon menjadi ancaman terhadap kredibilitas dan legitimasi misi perdamaian dunia.

Dia mengatakan sistem perlindungan global melalui lembaga internasional jadi runtuh jika serangan terhadap pasukan PBB dibiarkan tanpa konsekuensi.

"Ini ujian bagi PBB dan seluruh komunitas internasional, apakah hukum internasional masih dihormati atau tidak,” kata Mahfudz.

Dia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi independen, transparan, dan tidak kompromistis, serta memastikan adanya pertanggungjawaban yang jelas.

“PBB tidak boleh lemah. Harus ada investigasi yang tegas dan terbuka, serta penetapan tanggung jawab yang jelas terhadap pihak yang melakukan serangan. Impunitas tidak boleh dibiarkan,” kata Mahfudz. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Beli Logam Mulia, Warga Manfaatkan Momen Harga Emas Turun
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Mengurai Simpul Mati di Selat Hormuz: Ujian Nyata Kedaulatan Energi Asta Cita
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Redmi K90 Extreme: Spek Dewa Harga Terjangkau Bikin Flagship Ketar-Ketir
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Iran Konfirmasi Kematian Komandan Angkatan Laut IRGC dalam Serangan AS-Israel
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Melihat Suasana Gelap Gulita Gedung DPR karena Efisiensi Energi
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.