FAJAR, TORAJA — Ratusan kepala SD dan SMP negeri di Kabupaten Toraja Utara resmi dilantik di Ruang Pola Kantor Kedinasan bersama Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin malam, 30 Maret.
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus peningkatan kinerja di lingkungan satuan pendidikan. Sejumlah kepala sekolah mengalami rotasi, termasuk yang sebelumnya bertugas di wilayah perkotaan.
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga semangat kerja di mana pun ditempatkan. Ia meminta para kepala sekolah tidak mengeluh atas penugasan baru.
“Semua tetap semangat bekerja di mana saja ditempatkan. Banyak kepala sekolah yang sebelumnya bertugas di pusat kota Rantepao kini diberi kesempatan ke wilayah lain. Intinya, ini bagian dari penyegaran agar tetap optimal,” ujarnya.
Selain itu, Frederik juga menyoroti persoalan pendidikan di Kecamatan Rindingallo. Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang diterimanya, wilayah tersebut memiliki angka tertinggi anak yang tidak menyelesaikan wajib belajar 13 tahun di Toraja Utara.
“Ini menjadi kondisi yang miris. Di Rindingallo, jumlah anak putus sekolah atau tidak menuntaskan wajib belajar 13 tahun paling tinggi. Tolong ini menjadi perhatian khusus ke depan,” tegasnya.
Ia berharap para kepala sekolah yang baru dilantik dapat mengambil peran aktif dalam menekan angka putus sekolah, khususnya di wilayah yang menjadi prioritas perhatian pemerintah daerah.
Dengan pelantikan ini, pemerintah daerah menaruh harapan besar agar kualitas pendidikan di Toraja Utara semakin merata dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (edy)





