Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman meminta maaf kepada Lukman, seorang pengembang perumahan Vasana dan Neo Vasana Bekasi karena sempat mengusirnya dari rapat.
Permintaan maaf ini disampaikan Habiburokhman saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) lagi dengan Lukman terkait polemik akses musala di perumahannya, di DPR pada Senin (30/3). Peristiwa pengusiran itu terjadi di RDP sebelumnya, Kamis (26/2) lalu.
Awalnya, Habiburokhman mau mempersilakan Lukman memberikan paparannya.
"Monggo nih Pak Lukman,” ucap Habiburokhman.
Namun, Habiburokhman kemudian meminta maaf kepada Lukman atas insiden yang lalu.
“Ini kita mohon maaf lahir batin dulu nih Pak Lukman. Ada insiden viral padahal orang enggak tahu kita berteman ya Pak ya,” ucap Habiburokhman.
"Siap, Pak Ketua,” jawab Lukman.
Habiburokhman menyebut peristiwa itu hanyalah dinamika dalam hubungan pertemanan mereka.
“Biasa dinamika, Pak. Siap ya, silakan Pak Lukman,” tutur Habiburokhman.
Sebelumnya, Habiburokhman mengusir Lukman dari rapat saat meminta penjelasan mengapa pihak cluster tak menjalankan perintah Komisi III terkait polemik yang terjadi. Saat itu, Habiburokhman menilai penjelasan Lukman bertele-tele dan tak efektif.
Habiburokhman naik pitam tatkala Lukman meminta agar ia tak memotong omongannya.
“Saya yang mengatur, Pak! Anda keluar! Pamdal, dikeluarkan ini orang, tidak efektif rapat dengannya dia. Silakan keluar!" teriak Habiburokhman saat itu.
“Keluar! Enggak jelas ini! Luar biasa anda ini, keluar! Anda sudah diingatkan tiga kali. Silakan dikeluarkan Pamdal, panggil Pamdal dikeluarkan nih. Ini menghalangi pembangunan musala ini. Iya, iya. Silakan keluar, Pak," sambung Habiburokhman.





