Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan duka atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas UNIFIL di Lebanon. Ia tewas dalam sebuah insiden saling tembak artileri antara Israel dan Lebanon di sana.
Namun, Sugiono tak menerima penjelasan ini begitu saja. Ia akan mengirim delegasi Indonesia di PBB untuk mencari kejelasan terkait penyebab peristiwa itu.
"Rencanannya, hari Senin pagi waktu New York, Kepala Perwakilan Indonesia di New York di PBB akan bertemu dengan Under Secretary General UN yang mengurusi masalah Peacekeeping Force untuk membicarakan masalah-masalah yang sifatnya pengembalian, atau pemulasaraan jenazah prajurit kita," kata Sugiono, di Tokyo, Senin (30/3).
"Kemudian meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini dan sekali lagi meminta kepada semua pihak untuk melakukan de-eskalasi," imbuh Sugiono.
Sugiono menegaskan, pemerintah Indonesia juga mengecam keras serangan yang terjadi di wilayah Lebanon Selatan serta menyerukan deeskalasi konflik.
"Kemudian juga mengecam keras insiden ini dan juga mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan dan kembali meminta kepada semua pihak untuk melakukan de-eskalasi dan juga kembali ke langkah-langkah atau meja-meja perundingan," ujarnya.
Sugiono menambahkan, pemerintah telah menugaskan Kedutaan Besar RI di Beirut untuk memantau kondisi prajurit serta menyiapkan proses pemulangan jenazah.
"Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor perkembangan prajurit-prajurit kita kemudian menyiapkan langkah-langkah untuk pemulasaraan jenazahnya," terang dia.





