Dokter Meninggal Terpapar Campak, Kemenkes Tekankan Kepatuhan SOP di Faskes

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), terutama penggunaan alat pelindung diri (APD), menyusul meningkatnya kasus campak yang turut berdampak pada tenaga kesehatan.

Sorotan ini mengemuka usai meninggalnya Andito Mohammad Wibisono, seorang dokter internship yang bertugas di RSUD Cianjur. Andito diduga meninggal akibat campak pada Kamis (26/3) lalu.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes, Yuli Farianti, menyebut peristiwa tersebut menjadi keprihatinan sekaligus pengingat agar kejadian serupa tidak terulang.

“Pada tindak lanjut saya sudah highlight ya jadi jangan terjadi lagi hal-hal seperti ini, jadi ini merupakan keprihatinan bagi kita semua ya,” ujar Yuli dalam konferensi pers, Senin (30/3/2026).

Ia menegaskan, fasilitas kesehatan harus memastikan tenaga kesehatan, khususnya peserta internship, mendapat penanganan optimal saat sakit.

“Direktur rumah sakit atau wahana memastikan peserta internship dirawat yang sakit hingga tuntas,” katanya.

Selain itu, Yuli menekankan pentingnya disiplin dalam penggunaan APD saat memberikan pelayanan kepada pasien.

“Ya pakai APD gitu ya, tolong ya namanya SOP itu dokter kalau melayani ya harus ada APD-nya,” tegasnya.

Menurutnya, kepatuhan terhadap SOP tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi juga individu tenaga kesehatan itu sendiri. Ia menyoroti masih adanya kecenderungan tenaga medis mengabaikan kondisi kesehatannya.

“Kadang-kadang justru petugas kesehatanlah yang kadang sering mengabaikan kesehatan sendiri gitu ya,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes akan memperketat pengawasan terhadap hasil medical check-up (MCU) serta memastikan prosedur kesehatan dijalankan dengan disiplin.

“Kita harus hasil MCU kita harus kawal ketat dan kita harus konfirmasi kembali ya untuk supaya tidak terjadi hal-hal yang seperti ini gitu ya,” kata Yuli.

Ia menambahkan, upaya pencegahan ini memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari Kemenkes, fasilitas kesehatan, hingga keluarga peserta internship.

“Ini bukan hanya pekerjaan Kementerian Kesehatan ya tapi kerja kita bersama terutama adik-adik peserta internship juga, keluarga yang nanti anaknya akan melakukan internship, kita jaga kita kawal ketat,” ujarnya.

Kemenkes juga akan melakukan vaksinasi campak ulang bagi tenaga kesehatan khususnya peserta internship sebagai bagian dari langkah pencegahan.

Menutup pernyataannya, Yuli menyampaikan duka cita atas meninggalnya dokter Andito sekaligus menjadikannya sebagai evaluasi untuk perbaikan ke depan.

“Penutup saya rasa saya mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga ya yang ditinggalkan ya, dan kami juga semua menjadi bahan khususnya bagi kami Kementerian Kesehatan untuk memberikan lagi satu hal penekanan-penekanan pada pelaksanaan internship ke depan,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sirene Serangan Gelombang ke-86 Berbunyi, Rudal Iran Terlihat di Langit Beersheba dan Negev
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Tinju Dunia: Carlos Adames Pertahankan Gelar WBC, Siap Hadapi Penantang Berikutnya
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Jelang Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026: John Herdman Ingin Pecahkan Rekor Spesial
• 15 jam lalubola.com
thumb
Duka Wakil Ketua DPR Atas Gugurnya Pasukan UNIFIL RI di Lebanon: Prajurit Sejati
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pejabat PVA Mohamad Safa Mundur, Sebut PBB Kemungkinan Izinkan Penggunaan Nuklir
• 3 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.