Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi milik Iran jika Teheran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz untuk aktivitas perdagangan.
Ancaman itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial pada Senin (30/3), di tengah meningkatnya ketegangan terkait jalur pelayaran strategis tersebut.
Trump secara spesifik menyebut sejumlah infrastruktur energi Iran, mulai dari pembangkit listrik, ladang minyak, hingga Pulau Kharg, salah satu pusat ekspor minyak utama Iran.
“Perkembangan besar telah dicapai, tetapi jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai—yang kemungkinan besar akan terjadi—dan jika Selat Hormuz tidak segera ‘dibuka untuk bisnis’, maka kami akan mengakhiri ‘kehadiran’ kami di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya seluruh pembangkit listrik, sumur minyak, dan Pulau Kharg,” tulis Trump.
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global dan setiap gangguan dapat berdampak besar terhadap pasar minyak dunia.
Ancaman terhadap infrastruktur energi juga dinilai berisiko melanggar hukum internasional, terutama jika menyasar objek non-militer yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sipil.




