WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya blak-blakan atas keinginannya usai melakukan serangan ke Iran.
Pada Minggu (29/3/2026), Trump menegaskan keinginannya untuk mengambil minyak Iran.
Ia bahkan mengaku tengah mempertimbangkan merebut Pulau Kharga, yang bertanggung jawab atas lebih dari 90 persen minyak Iran.
Baca Juga: Tentara Iran Siap Bertempur dengan Pasukan AS, Ketua Parlemen Teheran Beri Ancaman Mengerikan
“Sejujurnya, keinginan saya adalah mengambil minyak Iran, namun sejumlah orang bodoh di AS bertanya, ‘apa yang Anda lakukan?’ Namun, mereka orang yang bodoh,” katanya dikutip dari NBC News.
Pernyataan itu menjadi komentar yang paling jelas atas pemikirannya mengenai minyak Iran.
Pada wawancaranya di awal bulan ini, Trump sempat menghindari pertanyaan apakah ia mencoba merebut minyak Iran.
“Lihatlah Venezuela. Orang-orang telah memikirkannya, tetapi masih terlalu dini untuk membicarakannya,” tuturnya kala itu.
Trump juga mengatakan bahwa AS memiliki banyak opsi, termasuk potensi merebut Pulau Kharga, sebuah pulau yang terbuat dari batu koral keras di Iran.
“Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita memiliki banyak opsi,” ujarnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : NBC News
- donald trump
- minyak iran
- serangan ke iran
- amerika serikat
- mengambil minyak iran





