jpnn.com, JAKARTA - PDI Perjuangan menerbitkan surat nomor 337/EX/DPP/III/2026 menyikapi gugurnya satu prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL PBB atau pasukan perdamaian, yakni Praka Farizal Rhomadhon.
Surat ditandatangani langsung Sekjen dan Ketua DPP PDIP Hasto Kristiyanto serta Ahmad Basarah pada Senin (30/3) ini.
BACA JUGA: Iran Tuding Israel Jadi Penyebab Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Diketahui, Praka Farizal yang tergabung dalam UNIFIL PBB tewas akibat serangan artileri Israel di Lebanon, Minggu (29/3).
PDIP dalam surat menyebut ketum partai mereka Megawati Soekarnoputri dan seluruh kader parpol berduka atas tewasnya Praka Farizal.
BACA JUGA: Personel TNI Gugur di Lebanon, Kemlu RI Menuntut Penyelidikan Menyeluruh & Transparan
Megawati seperti dalam surat juga memerintahkan kader PDIP memberikan penghormatan terbaik ke almarhum.
"Mengusulkan kepada negara untuk memberikan kenaikan pangkat anumerta, jaminan hari tua, dan masa depan pendidikan anaknya," demikian pernyataan PDIP dalam surat mereka, Senin.
BACA JUGA: Personel TNI Gugur di Tengah Konflik Israel vs Hizbullah, Siapa Berulah?
Partai berkelir merah itu juga akan bergotong royong membantu keluarga Praka Farizal, termasuk memberikan santunan rumah atau beasiswa bagi anak almarhum.
"Termasuk pemberian santunan rumah ataupun ke depan beasiswa bagi anaknya yang saat ini baru berusia dua tahun," demikian pernyataan PDIP.
Partai bernomor tiga pada Pemilu 2024 itu juga menyampaikan penghormatan tertinggi bagi prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon.
"Secara tegas TNI menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia secara profesional dan penuh tanggung jawab," demikian PDIP dalam pernyataannya.
Partai dalam surat juga menyampaikan empat sikap, yakni:
1. Mengutuk keras setiap tindakan dari pihak mana pun yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan personel perdamaian PBB. Serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi DK PBB 1701 dan hukum humaniter internasional.
2. Mendukung penuh upaya UNIFIL dalam membuka investigasi independen dan mendesak agar hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik dan Dewan Keamanan PBB
3. Mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran kepemimpinan di antara negara-negara pengirim pasukan (Troop Contributing Countries) guna memperkuat rezim perlindungan persone perdamaian PBB, termasuk melalui kajian ulang Rules of Engagement yang lebih protektif.
4. Mengajak seluruh kekuatan politik nasional untuk bersatu dan bekerja sama dalam menuntut keadilan bagi prajurit yang gugur serta memastikan keselamatan lebih dari 1.200 prajurit Indonesia yang masih bertugas di Lebanon. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kurir Perempuan Dibegal-Diperkosa, Polisi Tangkap Pelaku
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan




