BEKASI, KOMPAS.com – TW (54), pria yang menjadi korban penyiraman air keras di Perumahan Bumi Sani, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menderita stroke sejak dua tahun lalu.
“Dia itu memang sedang sakit stroke. Untuk ngomong saja enggak bisa. Jalannya sudah terseok-seok,” ujar Ketua RT setempat, Cepi S, saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).
Menurut Cepi, sebelumnya TW bekerja sebagai buruh sebelum akhirnya berhenti karena sakit yang dideritanya.
“Sudah enggak kerja. Karena dia itu memang sedang sakit stroke, untuk ngomong saja enggak bisa. Makanya kita bingung kenapa orang seperti itu kok jadi korban,” katanya.
Di lingkungan tempat tinggalnya, korban dikenal sebagai pribadi pendiam dan rutin menjalankan ibadah. Kondisi fisiknya yang terbatas membuat korban berjalan perlahan, sehingga diduga memudahkan pelaku saat melancarkan aksinya.
Cepi juga mengungkapkan bahwa peristiwa penyiraman air keras bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.
“Kami enggak tahu alasannya apa, yang jelas ini korbannya sudah yang kedua. Sebelumnya mobil Fortuner di situ juga disiram,” ujarnya.
Ia menyebut, total sudah tiga kejadian penyiraman di wilayah itu, dua di antaranya terjadi di RT 01. Atas kejadian tersebut, warga mengaku resah dan khawatir peristiwa serupa kembali terjadi.
“Makanya untuk yang kali ini karena menyangkut jiwa manusia, kami laporkan ke polisi untuk diusut,” kata Cepi.
Baca juga: Tiga Kali Teror Air Keras di Kompleks Bekasi, Dua di Antaranya Sasar Mobil
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), pelaku diduga berjumlah dua orang dan menggunakan satu sepeda motor. Pelaku juga disebut sempat berputar-putar di sekitar lokasi sebelum beraksi, tepatnya di perbatasan RT 01 dan RT 02.
“Jadi memang sudah mengintai di situ,” ujar Cepi.
Sementara itu, Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, mengatakan peristiwa terjadi saat korban hendak melaksanakan shalat subuh di mushala sekitar rumahnya.
“Namun dalam perjalanan menuju mushala korban disiram oleh orang tak dikenal. Lalu korban kembali ke rumahnya dan diberi pertolongan oleh tetangga dan istrinya dengan disiram air mengalir,” ujar Wuriyanti.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit di Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi.
“Polisi sudah melakukan olah TKP, memeriksa para saksi, dan mencari petunjuk di sekitar TKP,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




