FAJAR, MALILI — Tahun ajaran baru, tersisa empat bulan lagi. Pemkab Lutim tak ingin gagal lagi mencetak kartu pintar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Ramadhan Pirade mengatakan, pencetan kartu pintar pada tahun 2025 gagal. Bank tak mampu mencetak kartu sebanyak 16 ribu lebih.
“Memang hanya satu bank saja yang mencetak kartu tahun lalu. Hanya saja, mereka angkat tangan. Makanya, pencetakan kartu pintar tahun ini (2026), kita gunakan beberapa bank,” kata Ramadhan Pirade usai menghadiri Rapat Paripurna Penyerahan LKPJ 2025 di Kantor DPRD Lutim, Senin, 30 Maret.
Kartu pintar ini sambungnya, akan digunakan orang tua siswa belanja seragam sekolah di toko. “Jadi uang seragam sekolahnya kita transfer ke rekening kartu pintar siswa. Program ini diharapkan mampu meringankan beban orang tua siswa,” bebernya.
Pembagian seragam sekolah tahun 2025 diakuinya sangat lambat. Baru mulai diserahkan tadi, Senin (30 Maret 2026) di Halaman Kantor Bupati Luwu Timur secara simbolis. Alasannya, pengadaan seragam sekolah melibatkan pelaku UMKM.
“Karena bank angkat tangan cetak kartu pintar tahun lalu, makanya kita libatkan UMKM untuk menyediakan paket seragam sekolah. Dan memang baru selesai semua seragamnya,” ucapnya.
Paket seragam sekolah yang diberikan diantaranya; sepatu, kaos kaki, baju seragam (celana dan baju), tas, dan topi. Semua siswa baik PAUD, SD, dan SMP diberikan.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Darmawan, merinci bantuan seragam sekolah sebanyak 16.253 pasang. Rinciannya, PAUD sebanyak 5.315 pasang, SD sebanyak 5.739 pasang, serta SMP sebanyak 5.199 pasang.
Diketahui, total anggaran paket seragam sekolah gratis ini sebanyak Rp 8,7 miliar. Rinciannya, setiap seragam PAUD dianggarkan Rp 400 ribu. Siswa SD, Rp 560 ribu. Dan siswa SMP, Rp 600 ribu. (ans)





