3 Alasan Suporter Timnas Indonesia Boleh Puas dengan Kiprah John Herdman di FIFA Series 2026 meski Gagal Juara

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - ‎Para suporter Timnas Indonesia tak perlu terlalu menyesali hasil di FIFA Series 2026. Sebab, ada tiga hal yang bisa dipandang positif dari turnamen debut John Herdman.

Skuad Garuda menderita kekalahan dengan skor 0-1 dari Bulgaria pada laga final FIFA Series 2026, Senin (30/3/2026) malam WIB. Gol penalti Marin Petkov pada menit ke-38 menjadi satu-satunya pembeda di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Hal ini menimbulkan kekecewaan setelah kemenangan telak 4-0 atas St Kitts and Nevis. Namun demikian, dua laga yang dimainkan John Herdman tidak sepenuhnya negatif.

3 Hal Positif dari Kiprah Timnas Indonesia Asuhan John Herdman di FIFA Series 2026

1. Permainan yang Lebih Cair

Permainan Timnas Indonesia terbilang lebih cair dalam dua pertandingan ini. Mereka mampu untuk mendominasi permainan dan bahkan menciptakan banyak peluang emas.

Kekalahan melawan Bulgaria bukan akhir dari segalanya. Selain gol Petkov yang dilesakkan melalui penalti, Bulgaria kesulitan untuk menekan Timnas Indonesia.

Hal ini menggambarkan kemajuan dalam permainan Timnas Indonesia. Terlebih, ini bisa menjadi modal yang bagus untuk dikembangkan ke depannya.

2. Mampu Menekan Bulgaria

Permainan Timnas Indonesia begitu mendominasi. Bahkan, hingga mendapatkan penalti di menit ke-38, Bulgaria tak terlihat mampu membahayakan gawang Emil Audero.

Di paruh kedua, Timnas Indonesia menciptakan sejumlah peluang berarti. Jika saja sedikit lebih beruntung, peluang dari Ole Romeny atau Rizky Ridho mungkin bisa menjadi gol penyeimbang.

Perlu diingat bahwa Bulgaria adalah tim berperingkat ke-87 FIFA. Mereka berada jauh di atas Timnas Indonesia yang pada saat ini ada di peringkat ke-121 dunia.

3. Kefleksibelan Para Pemain

Bersama dengan John Herdman, para pemain Timnas Indonesia tidak dibatasi oleh posisi. Siapa saja mampu menekan atau melakukan penetrasi ke depan.

Entah Rizky Ridho atau Calvin Verdonk, jika mampu melihat peluang untuk mengancam, maka mereka bisa maju ke depan. Ancaman bisa datang dari mana saja.

Terlebih, sejumlah pemain mampu mengokupasi lebih dari satu peran. Verdonk, misalnya, yang biasanya bermain sebagai bek kiri mampu tampil sebagai gelandang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Jepang, Prabowo Sebut RI Bakal Terapkan Biodiesel B50 Tahun Ini
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rupiah Melemah ke Rp16.981 per Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Kejagung Tancap Gas Pasca Lebaran, Geledah 14 Lokasi di Jakarta hingga Kalimantan Soal Kasus Samin Tan!
• 12 jam laludisway.id
thumb
Truk Sampah di TPS Cipinang Sempat Mengular 200 Meter Imbas Longsor Bantargebang
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Bursa Asia Anjlok, Perang Timur Tengah Picu Kekhawatiran Stagflasi
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.