Lansia di Tambun Selatan Disiram Air Keras saat Berangkat Salat Subuh

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Seorang pria lansia, Tri Wibowo, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di Perumahan Bumisani Permai, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Senin (30/3). Penyerangan itu dialami korban saat berangkat ke musala untuk salat Subuh.

Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan warga, pelaku berjumlah dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor dan helm tertutup. Keduanya diduga sudah membuntuti korban sebelum akhirnya menyiramkan air keras ke tubuh korban dan melarikan diri.

Dalam rekaman CCTV terlihat korban berjalan terhuyung. Ia seperti kepanasan dan mengelap tubuhnya.

Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuriyanti membenarkan adanya kejadian tersebut. Penyidik telah mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

“Sudah kami monitor dan lakukan olah TKP bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi. Mohon doanya agar kasus ini segera terungkap,” kata Wuriyanti.

Luka Bakar 70%

Tri Wibowo saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Primaya karena luka bakar yang dialaminya. Seorang warga sekitar, Rahmat, mengatakan luka bakar pada tubuh korban diperkirakan mencapai 70%.

“Dari foto yang beredar, luka bakarnya hampir seluruh tubuh, sekitar 70 persen. Di lokasi juga masih terasa bau asam dan panas dari cairannya,” ujar Rahmat, Senin (30/3).

Rahmat juga sempat melihat pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic berwarna putih gading dengan helm full face hitam. Ia mengaku sempat curiga karena pelaku berkeliling di dalam kompleks perumahan sebelum kejadian.

“Saya sempat lihat dua orang pakai helm full face hitam, motor matic warna putih gading. Mereka muter-muter di dalam kompleks,” katanya.

Teror Air Keras Pernah Terjadi

Teror air keras di Perumahan Bumisani Permai rupanya bukan kali pertama terjadi. Warga setempat, Jefi Samhadi, mengungkapkan bahwa sebelum teror air keras tersebut menyasar kendaraan warga.

“Ini sudah yang kedua bahkan ketiga kali. Sebelumnya mobil Fortuner juga disiram di lokasi yang tidak jauh dari sini. Kali ini korbannya manusia, makanya kami langsung laporkan ke polisi,” ujar Jefi, Senin (30/3).

Maka itu ia berharap pelaku segera ditangkap polisi. Sebab kejadian itu menimbulkan ketakutan, terutama saat warga beraktivitas pada malam hingga dini hari.

“Kami resah, takut ada korban berikutnya. Mudah-mudahan pelaku cepat tertangkap,” tegasnya

Sosok Korban

Terkait korban penyiraman air keras, Jefi menuturkan Tri Wibowo merupakan sosok pendiam. Ia juga dikenal tidak memiliki masalah dengan warga sekitar.

Tri, lanjut Jefi, juga sudah pensiun dari pekerjaannya. Dia memiliki riwayat stroke sehingga aktivitasnya terbatas hanya beribadah dan beristirahat di rumah.

“Korban orang baik, tidak banyak bicara, jarang keluar rumah selain salat. Kami juga bingung kenapa bisa jadi sasaran,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nuon Perkuat Ekosistem Digital Lifestyle Nasional, Targetkan Indonesia Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemprov Sulsel Gelontorkan Rp430 M untuk 13 Ruas Jalan, Hertasning dan Aroepala Jadi Prioritas Paket 1 MYC
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Ketua Majelis Pertimbangan Partai Ummat Sulawesi Barat Dukung Syamsul Samad sebagai Calon Wakil Gubernur Dampingi SDK
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Bangun di Atas Jam 9 Pagi Menurut Ilmu Psikologi
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Investor Grab-Gojek Ngutang Rp 679 Triliun Buat Raksasa AS
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.