Jakarta: Tim nasional (Timnas) Indonesia dipastikan menempat peringkat kedua alias runner up FIFA Series 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta. Skuad Garuda kalah tipis dari tim benua Eropa, Bulgaria.
Timnas Indonesia sejatinya bermain dominan menghadapi Bulgaria. Namun, 'Dewi Fortuna' belum berpihak pada Jay Idzes dan kawan-kawan. Gol penalti Bulgaria Bulgaria mendapat satu-satunya gol lewat titik putih pada babak pertama. Marin Petkov berhasil mengeksekusi penalti dengan baik dan membuat Indonesia tertinggal 0-1 dari Bulgaria.
Indonesia tampil tanpa rasa takut saat menghadapi Bulgaria. Pada fase awal, pasukan John Herdman mampu mengimbangi permainan tim Eropa tersebut, dan beberapa kali mencoba memaksimalkan lebar lapangan.
Bulgaria yang kali ini bermain pragmatis juga sulit untuk ditembus para pemain Indonesia. Beberapa kali alur bola para pemain Indonesia dapat mencapai area pertahanan lawan tetapi masih gagal menembus kotak penalti Bulgaria.
Baca Juga :
Beckham Putra Jadi Man of The Match usai Cetak BraceOle Romeny kemudian sempat mencoba memaksimalkan kecepatannya dan menggiring bola dari lapangan tengah, namun ia dilanggar oleh Martin Georgiev. Pelanggaran itu berbuah kartu kuning bagi Georgiev.
Pada menit ke-35, wasit Nazmi Nasaruddin melakukan pengecekan VAR untuk memeriksa kontak Kevin Diks dengan Zdravko Dimitrov di kotak terlarang Indonesia. Dari tinjauan tersebut, wasit memutuskan bahwa Diks melanggar Dimitrov dan memberikan hadiah penalti kepada Bulgaria.
Penalti yang dilakukan pada menit ke-38 tersebut diambil oleh Marin Petkov. Eksekusi pemain 22 tahun itu mengarah ke sisi kanan gawang Indonesia dan gagal diantisipasi kiper Emil Audero. 1-0 untuk Bulgaria, dan skor tersebut bertahan sampai turun minum.
Timnas Indonesia vs Bulgaria di final FIFA Series 2026. Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha Garuda dominan di babak kedua Indonesia tampil menguasai pertandingan di babak kedua. Bulgaria malah memilih bertahan.
Sejumlah pergantian pemain dilakukan John Herdman untuk menambah daya gedor. Pada menit ke-58, misalnya, Herdman memasukkan Elkan Baggott dan Eliano Reijnders menggantikan Nathan Tjoe-A-On dan Ragnar Oratmangoen.
Indonesia mendapat peluang bagus dari lemparan ke dalam panjang kiriman Kevin Diks, bola itu disambut sundulan membelakangi gawang oleh Elkan, bola mengarah ke gawang dan dapat dibuang pemain Bulgaria sebelum melewati garis gawang. Meski demikian, Elkan dianggap terlebih dahulu melakukan pelanggaran.
Pada menit ke-72, Indonesia kembali mendapat peluang bagus lainnya. Ole Romeny menerima bola panjang dari belakang, di kotak penalti ia mencungkil bola yang mengarah ke gawang, namun masih membentur mistar gawang.
Indonesia mencoba meningkatkan serangan pada fase akhir laga. Dony Tri Pamungkas masuk pada menit ke-73, dan ia hampir segera memberi dampak saat mengirim umpan silang ke mulut gawang yang masih mampu dibuang pemain Bulgaria. Tidak lama kemudian Indonesia memasukkan Beckham Putra Nugraha sebagai pemain pengganti.
Bulgaria sempat mencuri peluang pada menit ke-81 saat Vladimir Nikolov mengecoh Elkan, dan melepaskan tembakan mengancam. Bola masih dapat ditepis kiper Emil Audero.
Satu peluang bagus terakhir dimiliki Rizky Ridho yang bergerak ke depan, ia menerima umpan dan melepaskan tembakan untuk ditepis kiper Dimitar Mitov, kemudian bola melambung, dan kembali mengenai mistar gawang Bulgaria yang kerap mengandalkan pertahanan model low block.
Kendati terus mengurung pertahanan Bulgaria, Indonesia belum berhasil mencetak gol untuk menyamakan kedudukan. Skor akhir tetap 0-1 untuk kemenangan Bulgaria. Semifinalis Piala Dunia 1994 itu pun berhak atas trofi juara pertama FIFA Series 2026 yang digelar di Indonesia.




