Menteri ESDM tegaskan kawal arahan Presiden untuk transisi energi

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Kementerian ESDM siap mengawal pelaksanaan kebijakan energi dan sumber daya mineral secara terintegrasi.

Bahlil menilai hilirisasi mineral dan transisi energi harus dijalankan secara seimbang agar manfaat ekonomi dapat dirasakan di dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

"Arahan Presiden memberikan penegasan kuat bahwa hilirisasi mineral dan transisi energi harus berjalan beriringan. Kami akan memastikan seluruh kebijakan di sektor ESDM diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," kata Bahlil dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Bahlil menambahkan percepatan pengembangan energi baru terbarukan akan terus didorong melalui optimalisasi potensi dalam negeri, termasuk energi surya, panas bumi dan bioenergi.

Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan mitra internasional untuk memperkuat transfer teknologi dan investasi di sektor energi bersih.

"Kami juga akan mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan, termasuk energi surya, panas bumi, dan bioenergi, serta memperkuat kolaborasi dengan mitra internasional guna mendukung transfer teknologi dan investasi di sektor energi bersih," ungkap Bahlil.

Sebelumnya, dalam forum bisnis Japan-Indonesia Business Forum, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus melangkah naik ke rantai nilai yang lebih tinggi melalui industrialisasi dan pengelolaan sumber daya alam yang memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Ia menyoroti pentingnya menjaga nilai ekonomi sumber daya strategis agar tidak berhenti pada ekspor bahan mentah semata.

"Kita harus naik ke rantai nilai yang lebih tinggi. Indonesia ingin melakukan industrialisasi. Kita ingin kualitas hidup yang baik bagi rakyat kita. Kita ingin menghapus kemiskinan. Kita ingin menghapus kelaparan," jelas Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan bahwa pengelolaan mineral harus dilakukan dengan prinsip keberlanjutan dan orientasi jangka panjang.

Menurut dia, sumber daya alam Indonesia harus memberi nilai tambah sebesar-besarnya bagi bangsa, sekaligus dijaga untuk generasi mendatang.

"Kita harus melindungi sumber daya kita. Kita harus mengamankan nilai ekonomi tertinggi dari sumber daya kita. Kita tidak bisa lagi puas dengan mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah. Mineral kritis kita adalah aset strategis. Mineral kita harus dilindungi untuk generasi masa depan rakyat kita," tegas Prabowo.

Selain hilirisasi, Presiden juga menyoroti pentingnya percepatan transformasi energi di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu.

Pemerintah, kata dia, akan memperbesar pengembangan energi baru terbarukan, mulai dari energi surya, panas bumi, hingga bioenergi, untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

"Dalam tiga tahun, kita ingin mencapai 100 gigawatt energi surya. Bagi kami, ini semakin mendesak karena situasi yang kita lihat. Situasi geopolitik di Timur Tengah menimbulkan ketidakpastian strategis bagi keamanan energi kita," ujar Prabowo.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen untuk memperkuat program biofuel, baik melalui peningkatan campuran biodiesel berbasis minyak sawit maupun pengembangan bioetanol dari berbagai bahan baku domestik.

Di sisi lain, transformasi menuju kendaraan listrik turut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk menekan konsumsi bahan bakar fosil di dalam negeri.

Forum bisnis tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia dan Jepang untuk memperkuat kerja sama di bidang teknologi, investasi, dan industri energi berkelanjutan.

Dari sisi pemerintah, arahan Prabowo sekaligus menjadi landasan bagi Kementerian ESDM untuk memastikan transformasi ekonomi Indonesia berjalan lewat hilirisasi yang kuat dan transisi energi yang nyata.

Baca juga: Bahlil: Harga BBM nonsubsidi ikuti pasar global

Baca juga: Masela dan transisi energi jadi prioritas pembahasan Indonesia-Jepang

Baca juga: Bahlil buka peluang relaksasi kuota produksi batu bara dan nikel




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemda Diminta Kreatif dan Lakukan Efisiensi Cegah PHK PPPK
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Netizen Ramai-Ramai Jodohkan Fuji dengan Reza Arap, Haji Faisal Angkat Bicara
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Harga BBM Non-Subsidi Diramal Naik per 1 April 2026, Ini Besarannya
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo Ingin Tekan Pinjol, Bunga Pinjaman KopDes Merah Putih Dipatok 6%
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Ribuan Koperasi Desa Siap Beroperasi, Pemerintah Fokus Tahap Krusial
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.