Penulis: M. Ramadan
TVRINews, Bintan
Status Proyek Strategis Nasional (PSN) seringkali diterpa isu miring mengenai birokrasi yang dianggap memperlambat investasi.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya, khususnya pada pengembangan kawasan yang dilakukan oleh Galang Batang Kawasan Ekonomi Khusus (GB KEK) di Pulau Poto, Kabupaten Bintan.
Selama hampir dua dekade, Pulau Poto berada di bawah penguasaan pihak tertentu tanpa ada realisasi pembangunan maupun dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kondisi "stagnan" ini justru berakhir setelah GB KEK masuk dan mulai melakukan langkah nyata pembangunan.
Menanggapi adanya komentar miring dari segelintir pihak, manajemen menegaskan bahwa kehadiran PSN justru menjadi katalisator pertumbuhan yang selama ini tertunda.
"Hampir 20 tahun pulau ini dikuasai tanpa ada investasi atau pembangunan yang berarti. Sekarang, saat kita mulai bergerak membangun, muncul suara-suara sumbang. Padahal, fokus kita adalah kerja nyata," ujar perwakilan perusahaan yang tidak ingin namanya disebutkan.
Salah satu bukti konkret manfaat investasi ini adalah penciptaan lapangan kerja. Hingga saat ini, GB KEK telah mempekerjakan kurang lebih ribuan tenaga kerja lokal.
Angka ini merupakan kontribusi besar dalam menekan angka pengangguran di Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Bintan.
Pihak pengelola memastikan bahwa jika operasional di Pulau Poto sudah berjalan penuh, jumlah rekrutmen akan terus melonjak.
"Target kita adalah merekrut ribuan tenaga kerja lokal tambahan. Ini bukan sekadar janji, tapi komitmen untuk memajukan ekonomi Kepri dan memberikan penghidupan yang layak bagi warga tempatan," tambahnya.
Keaktifan pembangunan di Pulau Poto diharapkan tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menghidupkan sektor pendukung lainnya seperti UMKM dan jasa transportasi laut.
Masyarakat diharapkan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak berdasar dan tetap mendukung iklim investasi yang sehat demi masa depan daerah yang lebih maju.
Editor: Redaktur TVRINews





