Kecaman PBB Buntut Penjaga Perdamaian RI Tewas Kena Serangan Israel

detik.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

TNI berduka seorang prajurit gugur dan tiga lainnya terluka dalam serangan artileri Israel di Lebanon. Pemerintah RI mengutuk keras serangan tersebut.

Serangan akibat eskalasi antara militer Israel (IDF) dan Hizbullah itu terjadi pada Minggu (29/3) di markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Korban berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti (JS) Brigade Infanteri (Brigif) 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda (IM), Aceh.

Prajurit yang gugur tersebut bernama Praka Farizal Rhomadhon, yang menjabat Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS. Dia meninggalkan seorang istri dan anak yang berusia 2 tahun.

Jasad Praka Farizal disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut.

Baca juga: Prajurit TNI Gugur Imbas Serangan Israel di Lebanon, Menlu Minta UNIFIL Investigasi

Tiga prajurit lain yang mengalami luka yakni Rico Pramudia, Bayu Prakoso, dan Arif Kurniawan. Ketiganya masih dalam penanganan medis.

"Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Narsullah, Senin (30/3).

Kedua prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL. Sementara itu, Praka Rico telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Aulia mengatakan TNI berkomitmen untuk melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan Prajurit. TNI juga terus memonitor perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah kontingensi sesuai dinamika di Daerah Penugasan Lebanon.

Baca juga: UNIFIL: Serangan ke Penjaga Perdamaian Dapat Dianggap Kejahatan Perang

"Seiring dengan peningkatan eskalasi di Lebanon, TNI telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL," katanya.




(eva/rfs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Wacanakan WFH Sepekan Sekali, Intip 5 Aplikasi Penunjang Produktivitas Ini
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Gol Semata Wayang Bulgaria, Gagalkan Timnas Indonesia Jadi Juara FIFA Series 2026
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Akhirnya Tak Lagi Sendiri, Putri Pertama AHY, Almira Bahagia Sambut Kelahiran Adik Laki-laki Setelah 17 Tahun
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Wakil Bupati hingga Gubernur DIY Sampaikan Duka atas Gugurnya Praka Farizal di Lebanon, Siap Dukung Pemulangan Jenazah
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
IHSG Labil Parah, Dibuka Hijau dan Sesi 1 Ditutup Turun 0,53%
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.