Dua Kampus Indonesia Masuk Daftar 30 Besar Sekolah Bisnis Ekonomi Syariah Dunia 2026

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

INDONESIA terus memperkuat posisinya dalam lanskap pendidikan ekonomi syariah global. Dalam laporan terbaru bertajuk Top 30 Business Schools of the Islamic Economy 2026 yang dirilis oleh DinarStandard dan SalaamGateway, dua universitas terkemuka Indonesia berhasil menembus jajaran elite dunia.

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menempati peringkat keempat global. 

Sementara itu, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berada di posisi ke-14. 

Baca juga : Kampus Resah, Kepercayaan Publik ke Jokowi Makin Tergerus

Pencapaian ini mencerminkan fondasi akademik yang kuat serta kemampuan riset Indonesia yang kian berkembang dalam sektor keuangan syariah dan industri halal.

Pemeringkatan ini mengevaluasi institusi berdasarkan tiga kriteria utama: Kedalaman Kurikulum (45%), Kredibilitas Institusi (35%), dan Dukungan Ekosistem (20%). 

Selain UI dan UGM, laporan tersebut juga mencatat Tazkia University sebagai salah satu dari lima sekolah bisnis yang memiliki potensi besar dalam pengembangan program dan riset ekonomi syariah di masa depan.

Baca juga : Inilah 20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Webometrics

Secara global, Malaysia mendominasi daftar dengan menempatkan sembilan institusi. International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF) berada di peringkat pertama dengan skor 86, disusul oleh Durham University Business School dari Inggris di posisi kedua, dan Universiti Malaya di peringkat ketiga.

Negara-negara Timur Tengah juga menunjukkan taringnya dengan menempatkan empat institusi dari Uni Emirat Arab (UEA) dan tiga dari Arab Saudi dalam daftar 30 besar. 

Meski kurikulum di kawasan Teluk dinilai belum seintegrasi Malaysia, UEA diunggulkan sebagai pusat talenta global, sementara Arab Saudi gencar berinvestasi memperkuat ekosistem pendidikannya melalui institusi seperti King Abdulaziz University.

CEO dan Managing Director DinarStandard, Rafi-uddin Shikoh, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi syariah—yang mencakup keuangan hingga produk gaya hidup halal—mendorong kebutuhan akan pendidikan tinggi yang relevan demi inovasi dan riset.

"Kami senang telah mengembangkan sumber daya sekolah bisnis terkemuka di bidang ekonomi syariah ini untuk menjawab kebutuhan tersebut. Ini juga menjadi referensi bagi institusi pendidikan untuk melakukan tolok ukur dan meningkatkan program ekonomi syariah mereka," ujar Rafiuddin Shikoh.

Laporan ini diharapkan menjadi panduan bagi institusi pendidikan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk terus melahirkan pemimpin masa depan yang mampu menggerakkan ekonomi syariah global. (Z-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Sebut Potensi Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dibahas
• 35 menit lalukumparan.com
thumb
9 Rekomendasi Mobil Premium Terbaik 2026
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Nuggets Terjang Warriors, Celtics Amankan Tiket Play-off
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Disaksikan Prabowo, Ini 11 Perjanjian Kerja Sama Ekonomi RI-Jepang
• 21 jam laludetik.com
thumb
Siasat Jahat Pelaku Pembunuh Pegawai Ayam Geprek di Bekasi untuk Hilangkan Jejak
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.