REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kondisi kesehatan aktivis Kontras, Andrie Yunus, kian memprihatinkan setelah tim dokter di RSCM dilaporkan terlambat mengidentifikasi adanya rembesan air keras pada bagian matanya. Akibat keterlambatan penanganan tersebut, korban kini menghadapi risiko paling fatal berupa cacat permanen yang dapat merusak fungsi penglihatannya secara utuh.
Ketua Badan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Indria Fernida mengungkapkan bahwa Wakil Koordinator Kontras itu masih menjalani perawatan intesif di rumah sakit. Andrie telah menjalani perawatan selama dua pekan setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
Baca Juga
KontraS di DPR Sebut Kondisi Andrie Yunus tak Baik-Baik Saja
Ketua HMI Badko Jabar Dapat Ancaman Teror Usai Suarakan Kasus Andrie Yunus, Mulai dari Bahas Ibunya
Pemulihan Korban Air Keras Andrie Yunus Butuh Waktu 2 Tahun
"Saya mau sampaikan kondisi Andrie sudah lebih dari dua minggu kondisinya masih di high care unit perawatannya melekat dan intensif untuk mata dan luka bakar," kata Indria di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Indria menyebut tidak bisa dijenguk oleh siapa pun kecuali keluarga dan perwakilan Kontras. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari infeksi dan hal lainnya yang tidak diinginkan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Tapi ini juga menunjukkan bahwa kondisinya sangat tidak baik-baik saja, meskipun kelihatannya di luar tidak ada informasi yang lebih, lebih jelas ya. dan kami masih melihat bahwa situasi ini menjadi perhatian dari negara," katanya.
Indria mengungkapkan bahwa Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) secara khusus telah mendampingi sejak awal. LPSK juga memastikan biaya perawatan dan pendampingan bagi Andri dan keluarganya.
Sementara itu, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit menemukan ada rembesan air keras yang kemarin terlambat diidentifikasi oleh tim dokter RSCM.
“Perkembangan dari RS, bagian matanya itu ada rembesan air keras yang kemarin terlambat diidentifikasi oleh tim dokter RSCM. Efeknya bisa, yang paling fatal adalah cacat permanen, dia tidak bisa melihat dengan utuh,” katanya
"Di sini saya mau menekankan bahwa ada upaya untuk merusak generasi muda. Andrie saat ini 27 tahun, 16 Juni nanti 28 tahun dan saya rasa ini hal yang biadab, hal yang tak bisa dibenarkan, menyerang anak muda yang menjadi aset republik ini," katanya.