Israel Membombardir Beirut dan Teheran, Houthi Bergabung dalam Perang

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

Perang di Timur Tengah telah berlangsung selama sebulan penuh. Pada Jumat (27 Maret), Israel terus membombardir Beirut dengan rencana menduduki sebagian wilayah untuk membentuk zona penyangga, serta menyerang fasilitas nuklir Iran. Pada Sabtu, Israel juga melancarkan serangan udara ke berbagai wilayah di Teheran. Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menembakkan rudal ke Israel dan resmi bergabung dalam konflik.

EtIndonesia. Militer Amerika Serikat pada Jumat (27/3/2026) merilis video yang menunjukkan serangan terhadap fasilitas yang diduga milik Iran. Pemerintahan Donald Trump menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan melemahkan kekuatan militer Iran, termasuk menenggelamkan angkatan lautnya, menghancurkan kemampuan rudal dan drone, serta memastikan Republik Islam itu tidak pernah memiliki senjata nuklir.

Pada Jumat, Israel terus membombardir Beirut dan meminta warga Lebanon untuk mengungsi dari sekitar 15% wilayah negara tersebut. Israel menyatakan akan menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan untuk membentuk “zona penyangga” guna mencegah ancaman dari Hezbollah.

Israel juga menyerang fasilitas nuklir Iran pada Jumat, dan pada Sabtu melanjutkan serangan udara ke beberapa wilayah di Teheran.

“Saya bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memperingatkan rezim teroris Iran untuk menghentikan penembakan rudal ke warga sipil Israel. Meski telah diperingatkan, serangan masih berlanjut, sehingga operasi militer Israel di Iran akan ditingkatkan dan diperluas. Mereka akan membayar harga yang mahal dan terus meningkat atas kejahatan perang ini,” kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.

Pada Sabtu (28 Maret) dini hari, rudal Iran terlihat di langit Israel, menyebabkan kerusakan pada bangunan dan kendaraan di berbagai lokasi. Kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran juga mengkonfirmasi telah pertama kali menembakkan rudal ke Israel, namun Israel menyatakan semua berhasil dicegat.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa saat Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, sebanyak 12 tentara AS terluka, termasuk 2 orang dalam kondisi serius.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat menyatakan bahwa seiring meningkatnya ketegangan kawasan, tidak menutup kemungkinan akan diambil langkah tambahan terhadap Iran. Ia juga menyebut Iran pernah menembakkan rudal ke kapal induk USS Abraham Lincoln, namun semuanya berhasil dicegat, dan sistem pertahanan udara Iran telah sangat melemah dalam konflik ini.

Meski demikian, Trump masih memperpanjang penangguhan serangan terhadap fasilitas energi Iran. Pada Kamis, ia mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama 10 hari hingga 6 April, dan menyatakan bahwa negosiasi berjalan dengan baik.

Dilaporkan bahwa sebuah kapal tanker India “Jag Vasant” yang membawa 47.000 ton gas petroleum cair tiba di pelabuhan Kandla di India barat pada Sabtu (28 Maret).

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Jumat mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan operasi militer akan berakhir dalam beberapa minggu, bukan berbulan-bulan. Ia juga menegaskan bahwa rencana sebagian pejabat Iran untuk memberlakukan pungutan permanen di Selat Hormuz tidak dapat diterima dan seharusnya memicu kemarahan global.

Sumber yang mengetahui situasi mengungkapkan bahwa Trump telah memerintahkan pengerahan sekitar 2.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah. Selain itu, dua unit ekspedisi Marinir AS dengan total sekitar 5.000 personel juga diperkirakan akan tiba dalam beberapa hari ke depan.

Kapal induk AS USS Gerald R. Ford pada Sabtu bersandar di pelabuhan di Kroasia untuk perawatan. Kapal induk terbesar dan terbaru di dunia ini sebelumnya menjalankan misi “Epic Fury” di Laut Merah terhadap Iran, dengan lebih dari 5.000 personel dan lebih dari 75 pesawat tempur, termasuk F/A-18 Super Hornet.

Pakistan akan menjadi tuan rumah pertemuan dengan Arab Saudi, Turkiye, dan Mesir pada Minggu (29 Maret) untuk membahas perang Iran. Pada saat yang sama, Pakistan berharap dapat menjadi lokasi potensial bagi negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait konflik ini. 

Laporan ini disampaikan oleh reporter NTDTV, Liu Jiajia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Progres Pengerjaan Ruas Jalan Burung-Burung-Bili-Bili Gowa Ditargetkan Rampung Total Pada Mei 2026
• 3 jam laluterkini.id
thumb
OKI: Penutupan Masjid Al-Aqsa Serangan Terang-terangan kepada Muslim Sedunia
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pelni Beri Diskon 20 Persen Tarif Kontainer untuk Dorong Distribusi Pascale baran
• 41 menit lalupantau.com
thumb
Blak-blakan, Tom Holland Mengaku Tak Suka Kehidupan Hollywood
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bidang Keilmuan di Perguruan Tinggi di Indonesia Tembus Top 100 Dunia
• 11 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.