Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di DPP PAN, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (31/3).
Turut hadir sejumlah pejabat, di antaranya Mendes PDT sekaligus Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Dewan Pakar DPP PAN Hanif Faisol Nurrofiq, Menteri Perhubungan sekaligus Ketua DPP PAN, Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, serta Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.
Zulhas menyoroti situasi global yang memanas akibat konflik di Timur Tengah.
Zulhas menyatakan, Indonesia patut bersyukur memiliki Presiden Prabowo Subianto di tengah situasi global yang dilanda krisis energi dan ketidakpastian geopolitik saat ini.
“Kalau kita lihat perkembangan dunia sekarang, saya kira enggak perlu kita bahas lagi. Saya kadang-kadang, susah tidur kalau lihat Amerika-Israel nyerang Iran itu, enggak bisa tidur. Di luar apa, di luar nalar. Di luar batas-batas kita sebagai manusia,” ujar Zulhas.
“Saya kira biadab gitu, apalagi sekarang terhadap Palestina di Gaza gitu. Dan kita tidak bisa apa-apa, kecuali doa. Itu, itu membuat kami tidak tidur, susah tidur,” lanjutnya.
Di tengah krisis yang terjadi, utamanya darurat energi di berbagai negara, Zulhas merasa bersyukur karena Presiden Prabowo dinilainya memiliki kesiapan untuk mengantisipasi ini.
“Kita bersyukur, sekali lagi, punya presiden yang visinya melampaui jauh waktu itu. Bahkan, banyak yang menertawakan. Termasuk kita juga ragu awalnya. Orang aman kok bilang perang? Aman, tapi ceritanya Pak Prabowo perang gitu. Nah itu betul-betul terjadi,” kata Zulhas.
Ia juga menyinggung dampak krisis yang mulai dirasakan berbagai negara, termasuk di kawasan ASEAN.
“Dan sekarang kita melihat, kita menyaksikan negara-negara hampir semua terkena dampaknya. ASEAN misalnya, kita sudah lihat Filipina sudah mengumumkan keadaan darurat energi,” katanya.
Program Prabowo Dinilai VisionerZulhas menilai kebijakan Prabowo seperti swasembada pangan dan energi hingga hilirisasi merupakan langkah strategis yang kini terbukti relevan di tengah krisis global.
“Programnya Pak Prabowo itu kita harus swasembada. Swasembada pangan, swasembada energi. Ah ini juga enggak dipercaya, apa benar, apa mungkin gitu, apa bisa gitu,” tutur Zulhas.
“Kita juga harus hilirisasi. Ah juga itu menyebutkan apa bisa, apa mungkin. Saudara-saudara sekalian, inilah program kebijakan-kebijakan ini yang mendasar, visioner, besar ukurannya dan sangat strategis, fundamental yang kita kerjakan sekarang sangat mendasar,” lanjutnya.
Ungkap Capaian Swasembada dan Keberpihakan ke PetaniZulhas mengungkapkan peningkatan produksi beras dipicu oleh deregulasi pupuk hingga keberpihakan pemerintah terhadap petani.
“Lahir Perpres ya, pupuk dari 145 aturan tinggal 3 aturan. Biasanya penyerapan pupuk 6 juta per tahun, sekarang penyerapan pupuk 9,5 juta. Menaikkan produksi gabah kita kira-kira 8 persen dari 31 juta, naik 8 persen baru dari pupuk ya,” ungkapnya.
Ia juga menekankan kebijakan harga gabah yang menguntungkan petani sebagai bentuk keberpihakan pemerintah.
“Petani kita paling tinggi dapat Rp 4.500. Oleh karena itu petani itu dia terpaksa tanam padi, tapi tidak membawa kemakmuran bagi dirinya. Oleh karena itu petani-petani itu berubah jadi buruh tani, utang bank enggak bisa bayar, utang tengkulak enggak bisa bayar, akhirnya lahannya sawahnya dipunya orang lain, dijual. Itu yang kita perbaiki, kita naikkan harganya Rp6.500,” kata Zulhas.
“Cuma dua bulan harga gabah tidak ada yang di bawah 6,5 ribu lagi. Semua harga gabah sudah di atas Rp 6.500. Saudara-saudara itu niat keberpihakan, political will, kesungguhan kita berpihak kepada petani kita,” sambung dia.
Selain pangan, Zulhas menyebut pemerintah mendorong hilirisasi dan penguatan sektor energi agar Indonesia tidak bergantung pada impor.
“Hilirisasi sawit. Kita sudah tidak impor lagi solar Pak Hatta. Kita sudah masuk B40 B50 jadi solar sudah enggak impor lagi. Jadi kalau ribut kenaikan-kenaikan ini, ini bensin,” jelas Zulhas.
Ia juga menyinggung rencana konversi kendaraan berbasis BBM ke listrik untuk menekan konsumsi energi fosil.
“Nah energi ini dalam waktu dekat tahun ini akan dipindah motor itu, motor akan dipindah nanti ya yang pakai bensin akan diganti menjadi baterai,” katanya.
Zulhas menegaskan PAN akan mendukung penuh seluruh program strategis pemerintahan Prabowo, termasuk swasembada dan hilirisasi.
“Oleh karena itu ya Partai Amanat Nasional mendukung penuh kebijakan-kebijakan ini, harus kita sukseskan. Tidak ada tawar-menawar kecuali harus kita sukseskan,” ujar Zulhas.
“Termasuk hilirisasi, termasuk swasembada energi, termasuk swasembada pangan. Karena ini kita akan mencapai apa yang disebut dengan kemandirian swasembada di berbagai bidang,” tutupnya.





