Saham Big Caps: Prospek Emiten Tahan Banting di 2026

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten berkapitalisasi pasar besar di atas Rp100 triliun telah mengeluarkan laporan keuangan tahun 2025 hingga akhir Maret ini. Kinerja emiten-emiten big caps ini secara fundamental disebut masih memiliki prospek bisnis dan daya tahan yang baik di tengah kondisi yang tidak menentu.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan  secara umum, secara fundamental saham-saham big caps cukup kuat dan memiliki prospek bisnis yang terjaga dengan baik.

“Sehingga meskipun situasi dan kondisi saat ini tidak menentu akibat ketidakpastian geopolitik, kami melihat perusahaan besar masih memberikan daya tahan yang lebih baik dibandingkan perusahaan yang kecil,” ujar Nico, Selasa (31/3/2026). 

Nico menuturkan pihaknya masih menyukai saham-saham big caps seperti BBCA, BBRI, BMRI, ASII, BBNI, EMAS, dan TLKM. Menurutnya, meskipun emiten-emiten ini mengalami tekanan, mereka akan tetap bertahan meskipun ada perlambatan.

Nico melihat potensi pertumbuhan kinerja bagi saham-saham big caps tetap ada dan terbuka. Bagi sektor perbankan, menurutnya pengembangan transisi digital menjadi salah satu yang memainkan peranan penting untuk dapat meningkatkan aktivitas transaksi. 

Selain itu, perlambatan dana pihak ketiga dan kredit menjadi perhatian, tetapi melihat peluang beberapa sektor yang masih tumbuh memberikan harapan bagi sektor perbankan. 

Baca Juga

  • Sinyal Hijau Saham Big Caps di 2026, Cek Top Picks dari OCBC Sekuritas
  • Big Caps Unjuk Gigi di 2025, Cek Rekomendasi Saham saat Stock Picking
  • IHSG Dibuka Turun 1,59% ke 6.984, Saham Big Caps BBCA, BREN dan BBRI Cs Ambrol

Sementara itu, di sektor otomotif, tumbuhnya segmen kendaraan EV menurutnya menjadi salah satu peluang tersendiri bagi ASII untuk dapat bertumbuh.

“Sebagai komoditas yang berkilau akibat tensi geopolitik, saham EMAS memiliki kesempatan untuk semakin berkilau. Namu, tetap hati-hati,” ucapnya.

Dengan kondisi ini, Nico menyebut peluang pertumbuhan tetap ada dan terbuka. Hanya saja, peluang pertumbuhan tersebut akan tergantung seberapa besar perusahaan melakukan strategi untuk mempertahankan penjualannya dan memaksimal apa yang sudah ada.

Adapun Pilarmas Investindo Sekuritas memberikan rekomendasi saham-saham big caps seperti BBCA dengan target harga atau target price (TP) Rp9.810, BBRI dengan TP Rp4.390, BBNI dengan TP Rp5.020, dan TLKM dengan TP Rp4.040.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Saksi Dugaan Poliandri Menantu, Firdha Razak Bawa Bukti-bukti
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Pegadaian Gandeng SMBC di Tokyo, Bidik Pendanaan Global dan Perkuat Social Loan
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kerangka Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Ladang Tebu Pemalang
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Siasat Jahat Pelaku Pembunuh Pegawai Ayam Geprek di Bekasi untuk Hilangkan Jejak
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Terima Kasih Timnas Indonesia, Bulgaria Akhirnya Dapat Prestasi dari FIFA Setelah 32 Tahun
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.