Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh. Hal ini ditekankan Airlangga di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga minyak mentah dunia.
"Perlu ditekankan kepada masyarakat bahwa kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh. Stok BBM nasional dalam kondisi aman dan stabilitas fiskal tetap terjaga," tegas Airlangga dalam konferensi pers terkait kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menyikapi kondisi geopolitik global saat ini secara virtual, Selasa, 31 Maret 2026.
Airlangga menambahkan, di tengah dinamika global yang menguji rantai pasok dunia, Indonesia menunjukkan dirinya sebagai bangsa yang adaptif, resiliensi, dan tangguh.
"Situasi ini bukan lah hambatan, melainkan momentum bagi kita untuk melakukan akselerasi perubahan perilaku yang modern dan efisien," tutur dia.
Baca juga: Isu Kenaikan Harga BBM Picu Panic Buying, Simak Penyebab dan Dampaknya
(Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Widya)
Transformasi budaya kerja dan kebijakan energi
Meski demikian, di tengah meningkatnya kondisi geopolitik dan konflik di Timur Tengah, pemerintah langsung melakukan mitigasi dan antisipasi terkait perkembangan dan dinamika global. Ini sesuai dengan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Memanfaatkan momentum ini, (pemerintah) melakukan transformasi dan perubahan. Program kebijakan ini disebut dengan delapan butir transformasi budaya kerja nasional ditambah dengan kebijakan energi," urai Airlangga.



