Prajurit TNI Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon, Senin (30/3). Istri Sertu Ichwan, Hanadita Anjani (26), mengungkapkan suaminya sempat memberi kabar bahwa akan mengevakuasi jenazah Praka Farizal Romadhon yang gugur pada Minggu (29/3).
“(Mengabari) mau patroli, mau berangkat ke tempat yang kemarin setelah kejadian itu. Saya pikir di-cancel, ternyata enggak. Lagi patroli escort 71 di daerah yang kemarin kejadian itu, mau menjemput jenazah praka yang gugur kemarin, tapi di perjalanan ada kendala,” kata Hanadita kepada wartawan di rumah duka di Mertoyudan, Magelang, Selasa (31/3).
Lebih lanjut, Hanadita mengaku masih tak percaya suaminya gugur di Lebanon. Ia sebenarnya sudah mendapatkan kabar itu sejak Senin (30/3).
“(Kabar) dari satuan suami saya. Kemarin masih simpang siur, cuma tadi pagi ini valid. Dari kemarin masih mengelak, semoga bukan suami saya,” ujarnya.
Ia menyebut, suaminya seharusnya kembali ke Indonesia dan berkumpul dengan keluarga pada Mei 2026. Sertu Ichwan sudah bertugas di Lebanon sejak April 2025.
“(Dinas Lebanon) April tahun kemarin (berangkat) setelah Lebaran. Jadi besok April (2026) ini satu tahun, terus mundur satu bulan. Pulangnya Mei ini, seharusnya bulan Mei ini pulang kumpul sama keluarga, sama anak istri,” isak Hanadita.
Total 3 Prajurit GugurPasukan penjaga perdamaian Indonesia yang gugur akibat serangan Israel di Lebanon kini bertambah menjadi tiga orang.
Insiden terjadi di dua tempat berbeda. Lokasi pertama berada UNIFIL di Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3), merenggut nyawa Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon dan melukai dua prajurit lainnya.
Peristiwa kedua terjadi di dekat Bani Hayyan, dua pasukan perdamaian RI gugur dalam insiden yang terjadi pada Senin (30/3). Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur dalam insiden ini.





