JAKARTA, KOMPAS.TV - Desakan agar Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung menangani kasus gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon kian menguat.
Pakar hubungan internasional dan anggota DPR sepakat, langkah pemerintah sejauh ini belum cukup kuat, sehingga diperlukan pernyataan resmi di level kepala negara untuk menekan PBB dan pihak terkait mengungkap insiden tersebut secara transparan.
Pemerintah sebelumnya telah menyampaikan kecaman keras serta permintaan investigasi.
Baca Juga: UNIFIL Investigasi Serangan yang Tewaskan Prajurit TNI, Bakal Kirim Protes Formal ke Pelaku
Namun, pakar hubungan internasional Universitas Parahyangan, Yulius Purwadi Hermawan, menilai respons tersebut belum efektif di tingkat global.
Menurut Yulius, pernyataan yang disampaikan masih kurang lantang dan belum mampu membangun tekanan internasional yang signifikan.
Ia menekankan pentingnya peran Presiden untuk menyampaikan sikap Indonesia secara langsung di forum resmi internasional.
“Protes betul sudah dilakukan, kutukan keras, permintaan investigasi sudah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri gitu ya. Namun melalui sosial media dan menurut saya itu kurang keras, kurang lantang,” ujarnya dalam diskusi Kompas Petang di KompasTV, Selasa (31/3/2026).
Ia menyarankan agar Presiden Prabowo menggelar konferensi pers internasional dan menyampaikan pernyataan dalam bahasa Inggris agar pesan Indonesia dapat menjangkau komunitas global dan memperkuat posisi diplomasi.
Selain itu, Yulius juga menyoroti respons Israel yang dinilai cenderung menyalahkan korban.
Israel disebut mengklaim bahwa prajurit TNI berada di wilayah konflik, bukan di zona aman, sehingga insiden tersebut dianggap sebagai konsekuensi situasi di lapangan.
Narasi tersebut dinilai tidak adil dan berpotensi mengaburkan fakta bahwa prajurit TNI tengah menjalankan mandat resmi sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia.
Baca Juga: TNI Ungkap Identitas 2 Prajurit yang Gugur di Lebanon saat Kawal Konvoi UNIFIL
Pandangan senada disampaikan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal.
Ia menegaskan, Presiden Prabowo harus mengambil peran langsung dalam merespons insiden ini, tidak hanya melalui pernyataan biasa, tetapi juga lewat langkah diplomatik formal.
Menurut Syamsu, pemerintah perlu segera mengeluarkan nota diplomatik resmi kepada PBB serta menyampaikan keberatan langsung kepada pihak terkait.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- TNI gugur di Lebanon
- UNIFIL Indonesia
- investigasi TNI Lebanon
- Syamsu Rizal DPR
- Yulius Purwadi Hermawan
- konflik Lebanon Israel





