Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mengeklaim kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi ASN maupun swasta yang mulai berlaku besok, Rabu (1/4/2026), bakal menghemat APBN senilai Rp6,2 triliun.
Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, kebijakan yang disebut '8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional' itu bakal ikut menghemat APBN melalui belanja kompensasi BBM.
"Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini yang langsung ke APBN Rp6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM," terang Airlangga pada konferensi pers secara daring, Selasa (31/3/2026).
Di sisi lain, Menko Perekonomian sejak 2019 itu mengeklaim total pembelanjaan masyarakat untuk BBM juga berpotensi dihemat sebesar Rp59 triliun dari WFH satu hari seminggu itu.
Penghematan BBM ini, lanjutnya, dilakukan salah satunya dengan memastikan distribusi BBM melalui aplikasi MyPertamina. Batas wajar pembelian BBM itu adalah 50 liter per kendaraan.
"Untuk memastikan distribusi BBM, pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraaan. Tetapi ini tidak berlaku untuk kendaraan umum," jelasnya.
Baca Juga
- Pemerintah Resmi Umumkan WFH untuk ASN dan Swasta, Begini Penjelasannya
- Airlangga: Kebijakan WFH hingga Efisiensi Mobilitas Berlaku 1 April
- Walkot Eri Tunggu Arahan Presiden Prabowo soal Kebijakan WFH ASN
Beberapa strategi lain untuk mengamankan energi di dalam negeri termasuk adopsi kebijakan B50 mulai 1 Juli 2026. Airlangga menyebut PT Pertamina (Persero) sudah siap untuk mengimplementasikan pencampuran (blending).
"Dan ini berpotensi mengurangi penggunaan BBM fosil sebanyak 4 juta kiloliter, dan ini dalam satu tahun tentu dalam enam bulan ada penghematan dari fosil dan subsidi biodiesel diperkirakan nilainya Rp48 triliun," jelasnya.



