JAKARTA, KOMPAS.TV - Di tengah sorotan atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon, data terbaru menunjukkan Indonesia memegang peran paling dominan dalam misi perdamaian dunia.
Dengan 755 personel yang ditugaskan, Indonesia kini tercatat sebagai penyumbang terbesar pasukan dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Berdasarkan data PBB per 30 Maret 2026, UNIFIL memiliki total 7.505 personel yang berasal dari 47 negara.
Baca Juga: Personel TNI Anggota UNIFIL Gugur saat Bertugas, Kemlu RI Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon
Komposisi ini menegaskan bahwa misi di Lebanon selatan merupakan salah satu operasi penjaga perdamaian paling kompleks yang dijalankan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Indonesia menempati posisi teratas dengan 755 personel, unggul tipis dari Italia yang mengirimkan 754 prajurit.
Di bawahnya, terdapat Spanyol (658 personel), India (642), dan Ghana (624) yang juga menjadi kontributor utama dalam misi ini.
Kontribusi besar Indonesia sekaligus menempatkannya sebagai negara dengan peran paling signifikan dari kawasan Asia Tenggara.
Malaysia berada di posisi berikutnya dari ASEAN dengan 515 personel, disusul Kamboja (181) dan Brunei (21).
Secara global, komposisi pasukan UNIFIL didominasi negara-negara Asia dan Eropa.
China mengirimkan 471 personel, Nepal 553 personel, serta Perancis 605 personel.
Baca Juga: Jumlah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Bertambah usai Konvoi UNIFIL Diserang
Negara-negara Eropa seperti Spanyol dan Italia juga menjadi tulang punggung kekuatan misi di Lebanon selatan.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV/UNIFIL
- Indonesia UNIFIL
- jumlah pasukan UNIFIL 2026
- TNI di Lebanon
- negara kontributor UNIFIL
- pasukan perdamaian PBB
- Indonesia terbesar UNIFIL




