Baturaja: PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025, dengan membukukan pendapatan sebesar Rp2,36 triliun, meningkat 12,9 persen (year-on-year) dibandingkan 2024 sebesar Rp2,09 triliun. Kinerja ini didorong peningkatan volume penjualan, penguatan pasar eksisting, serta strategi distribusi yang lebih optimal di wilayah pemasaran utama.
Dari sisi profitabilitas, SMBR mencatatkan laba bersih sebesar Rp171,92 miliar, tumbuh 33 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp129,25 miliar. Dengan capaian tersebut, Perseroan membukukan net profit margin sebesar 7,3 persen, meningkat dari sekitar 6,2 persen pada 2024, mencerminkan peningkatan kualitas laba yang lebih baik.
Perseroan juga meningkatkan efisiensi melalui penurunan beban keuangan menjadi Rp52,93 miliar, atau turun 32,9 persen (yoy) dibandingkan Rp78,85 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan keberhasilan strategi Perseroan dalam mengelola struktur utang dan biaya pendanaan secara lebih efektif.
Dari sisi posisi keuangan, SMBR mencatatkan penguatan struktur permodalan yang tercermin dari peningkatan total ekuitas menjadi Rp3,41 triliun, tumbuh 4,6 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,26 triliun. Sementara itu, total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp1,36 triliun, turun signifikan sebesar 17,8 persen (yoy) dari Rp1,63 triliun pada 2024.
Perbaikan ini berdampak pada semakin sehatnya rasio keuangan Perseroan, di antaranya rasio debt to equity (DER) yang semakin rendah, mencerminkan struktur permodalan yang lebih kuat dan tingkat leverage yang semakin terkendali. Selain itu, penurunan beban keuangan mendorong peningkatan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban pembayaran bunga (interest coverage ratio).
Sejalan dengan kinerja positif tersebut, pada 2026 SMBR mempertahankan peringkat kredit dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), yaitu idAA- dengan outlook stabil. Peningkatan rating ini mencerminkan posisi keuangan Perseroan yang semakin solid, didukung oleh perbaikan kinerja operasional, penguatan struktur permodalan, serta profil risiko yang semakin terjaga.
General Manager of Corporate Secretary SMBR, Hari Liandu, menyampaikan capaian ini merupakan hasil dari strategi transformasi dan disiplin keuangan yang konsisten dijalankan Perseroan.
"Kinerja tahun 2025 menunjukkan SMBR berada pada jalur pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Kami tidak hanya fokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga memastikan efisiensi biaya, penguatan struktur permodalan, serta pengelolaan liabilitas yang prudent. Rating dari PEFINDO menjadi validasi atas fundamental keuangan Perseroan yang semakin kuat," ujar Hari, dalam keterangannya, Selasa, 31 Maret 2026.
Baca Juga: Gelar RUPST 2024, Semen Baturaja Bagikan Dividen Rp25,85 MiliarDia menjelaskan Perseroan akan terus mengedepankan strategi pertumbuhan yang selektif dan berkelanjutan, termasuk optimalisasi operasional, efisiensi biaya, serta pemanfaatan sinergi dengan induk usaha guna menghadapi dinamika industri semen nasional.
Dengan fundamental keuangan yang semakin kuat serta dukungan rating kredit yang stabil, SMBR optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan kinerja serta meningkatkan daya saing di pasar ke depan.



