Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk terus berpartisipasi dalam mendukung transformasi budaya kerja nasional yang tengah dijalankan pemerintah.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers terkait kebijakan pemerintah dalam menyikapi kondisi geopolitik global yang digelar secara daring, Selasa (31/3/2026).
“Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha mari terus berpartisipasi dalam mendukung langkah-langkah transformasi budaya kerja ini, mari tetap tenang, mari tetap produktif,” ujar Teddy.
Ia menegaskan bahwa kebijakan yang disampaikan bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi. Pemerintah, lanjutnya, akan terus memberikan informasi terbaru kepada publik apabila terdapat perubahan.
“Apa yang disampaikan di sini sifatnya dinamis, nanti apabila ada perubahan pasti akan disampaikan oleh pemerintah secara cepat,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga memaparkan delapan butir transformasi budaya kerja nasional, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas di tengah tantangan global.
1. Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Swasta
ASN akan bekerja dari rumah satu hari dalam seminggu, yaitu setiap Jumat. Sementara sektor swasta dianjurkan menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahaan. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi perjalanan dinas.
2. Pembatasan Perjalanan Dinas
Perjalanan dinas, baik dalam maupun luar negeri, akan dibatasi guna efisiensi anggaran dan mendorong penggunaan transportasi publik.
3. Kebijakan Energi – Implementasi B50
Pemerintah akan menerapkan biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil hingga 4 juta kiloliter per tahun.
4. Sekolah Tatap Muka Normal
Kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara tatap muka selama lima hari dalam seminggu guna menjaga kualitas pendidikan dan interaksi sosial siswa.
5. Efisiensi Transportasi ASN
Penggunaan kendaraan dinas akan dibatasi, sehingga ASN didorong menggunakan transportasi umum atau berbagi kendaraan.
6. Digitalisasi Layanan Publik
Pemerintah mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi birokrasi serta transparansi layanan publik.
Baca Juga: Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Timur Tengah
Baca Juga: Di Istana Akasaka, Presiden Prabowo Tegaskan: Indonesia dan Jepang Kian Kuat, Fokus pada Ekonomi, Energi, dan Investasi
7. Kemandirian Energi Nasional
Selain implementasi B50, pemerintah juga mendorong pengembangan energi terbarukan dan efisiensi energi di instansi pemerintah.
8. Penguatan Kolaborasi dan Produktivitas
Pemerintah mendorong budaya kerja kolaboratif lintas sektor dengan fokus pada hasil kerja, bukan sekadar jam kerja.





