jakarta.jpnn.com - Anggota Komisi VIII DPR Dini Rahmania mengapresiasi keputusan pemerintah memberlakukan PP Tunas.
Menurut Dini Rahmania, PP Tunas adalah investasi karakter bagi masa depan bangsa.
BACA JUGA: DPR Anggap Wacana Gaji Pejabat Dipotong Usaha Prabowo Bangkitkan Sense Of Crisis
Dini Rahmania menilai kebijakan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun merupakan langkah strategis.
Tujuannya ialah untuk menjaga kualitas tumbuh kembang generasi muda Indonesia.
BACA JUGA: Kemenhan Efisiensi BBM, DPR: Bukan Pengurangan yang Berpotensi Turunkan KesiapanTNI
"Saya memandang kebijakan ini bukan sekadar pembatasan, melainkan bentuk perlindungan dan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak kita," kata Dini, Minggu (29/3).
Dini Rahmania mengatakan anak-anak membutuhkan ruang yang sehat untuk bertumbuh dan membangun identitas diri.
BACA JUGA: Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Anggota DPR Desat Pengusutan Sampai Akar
Selain itu, Dini Rahmania menyebut anak-anak memerlukan ruang yang sehat untuk memperkuat karakter di tengah arus digital yang begitu deras.
"Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga kuat secara emosional, sosial, dan spiritual," kata Dini Rahmania.
Dini Rahmania menilai anak yang terlalu dini terpapar media sosial berisiko menggeser nilai-nilai dasar dalam keluarga.
Dampak negatif lainnya ialah mengurangi interaksi hangat serta melemahkan pembentukan jati diri anak.
"Negara hadir untuk memastikan anak-anak kita tidak kehilangan masa kecilnya di balik layar,” kata Dini Rahmania. (ant)
Redaktur & Reporter : Ragil




