Sikap Trump Berubah Drastis, Perang Iran Bakal Diakhiri-Ini Waktunya

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran bisa dihentikan dalam waktu relatif dekat, menandai indikasi paling jelas sejauh ini bahwa konflik yang telah berlangsung selama sebulan mungkin telah memasuki fase akhir.

"Kami akan segera pergi," ujarnya, Selasa (31/3/2026) waktu setempat. Ia menambahkan bahwa penarikan dapat terjadi "dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga."

Pernyataan tersebut menjadi sinyal paling tegas dari Trump bahwa ia berniat mengakhiri perang yang selama satu bulan terakhir telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah, mengguncang pasar energi global, serta memengaruhi arah kepresidenannya sebagai kandidat dari Partai Republik.


Pilihan Redaksi
  • Bukan Serangan Militer AS-Israel, Iran Bisa "Ambruk" Gegara Hal Ini
  • Krisis BBM Hantam Tetangga RI, Harga Melambung-Demo Menggila
  • China 'Menang' di Perang AS-Israel VS Iran, Ini Bukti Barunya

Trump juga menegaskan bahwa penghentian operasi militer tidak harus bergantung pada tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Teheran. Ketika ditanya apakah keberhasilan diplomasi menjadi syarat utama penghentian konflik, ia menjawab tegas.

"Iran tidak harus membuat kesepakatan, tidak," katanya. "Tidak, mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya."

Sebaliknya, Trump menyatakan bahwa syarat utama bagi Washington untuk mengakhiri kampanye militer adalah melemahkan kemampuan Iran secara signifikan, terutama terkait potensi pengembangan senjata nuklir.

Menurutnya, Iran harus "dimasukkan ke zaman batu," sehingga tidak lagi memiliki kemampuan untuk segera memperoleh senjata nuklir. "Kemudian kami akan pergi," kata Trump.

Sementara itu, nada sedikit berbeda diungkapkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang menyatakan bahwa konflik bisa meningkat tajam jika Teheran tidak menyepakati kesepakatan damai.

"Kami memiliki makin banyak opsi, dan mereka memiliki semakin sedikit. Hanya dalam satu bulan kami menetapkan syarat, beberapa hari ke depan akan menjadi penentu," kata Hegseth di Washington.

"Iran mengetahui itu, dan hampir tidak ada yang bisa mereka lakukan secara militer mengenai hal itu," imbuhnya.

Pernyataan tersebut langsung dibalas oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang mengeluarkan ancaman baru terhadap perusahaan-perusahaan AS di kawasan mulai Rabu. Garda Revolusi menyebut 18 bisnis, termasuk Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, dan Boeing sebagai target potensial.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan ia menerima pesan langsung dari utusan khusus AS Steve Witkoff, namun menegaskan bahwa itu bukan negosiasi resmi.

Ia mengatakan pesan tersebut mencakup ancaman atau pertukaran pandangan yang disampaikan melalui "teman".

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Badan Atom Ungkap Tak Ada Bukti Iran Bikin Senjata Nuklir

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramai Isu BBM Naik 1 April! Pemerintah Pastikan Harga Bahan Bakar Subsidi-Nonsubsidi Tetap Stabil
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal dan Lokasi Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 1 April 2026, Cek Syarat dan Dokumen Perpanjangan
• 4 jam laludisway.id
thumb
Presiden Prabowo Tiba di Seoul, Disambut Hangat dan Penuh Kebanggaan oleh Diaspora Indonesia
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Terjadi Saat Salat Isya, Ini Kronologi Gugurnya Praka Farizal dalam Misi UNIFIL di Lebanon
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadi Saksi Dugaan Poliandri Menantu, Firdha Razak Bawa Bukti-bukti
• 22 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.