Bursa Asia Pulih Usai Trump Klaim Perang Akan Berakhir, Indeks Kospi Korsel Pimpin Penguatan Global

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Bursa saham Asia-Pasifik bangkit pada perdagangan Rabu, 1 April 2026. Penguatan didorong pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memicu harapan bahwa konflik dengan Iran segera berakhir.

Sentimen positif muncul usai Trump menyebut AS berpotensi keluar dari Iran dalam dua atau tiga minggu. Ia menegaskan, kehadiran militer AS tidak lagi memiliki alasan kuat untuk dilanjutkan.

Baca Juga :
Diproyeksi Menguat, IHSG Dibuka Menghijau Meski Bursa Asia dan Wall Street Anjlok
Bursa Asia Keok! Kospi Anjlok Paling Dalam Usai Ancaman Donald Trump Serang Energi Iran

Pernyataan ini langsung meredakan kekhawatiran pasar global yang sebelumnya tertekan oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Seiring meredanya tensi, harga minyak mentah AS ikut menguat di mana kontrak berjangka minyak naik 0,44 persen ke level US$101,81 per barel pada perdagangan malam waktu setempat.

Mengutip CNBC Internasional, indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan lonjakan hampir 5 persen pada awal sesi. Sementara itu, indeks Kosdaq, naik 4,13 persen.

Ilustrasi Investasi Online
Photo :
  • pexels.com/AlphaTradeZone

Kenaikan ini didorong oleh data ekspor Korea Selatan yang melonjak 48,3 persen secara tahunan pada Maret 2026. Capaian ini melampaui ekspektasi pasar.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 3,51 persen sementara Topix naik 3,17 persen. Sentimen turut ditopang oleh hasil survei Tankan dari Bank of Japan yang menunjukkan peningkatan optimisme bisnis.

Indeks kepercayaan produsen besar Jepang naik ke level 17 pada kuartal I-2026, dari sebelumnya 15. Angka ini melampaui proyeksi ekonom dan menjadi yang tertinggi sejak akhir 2021.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 di Australia menguat 1,76 persen didorong oleh kenaikan saham sektor jasa pendidikan. Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng Index berada di level 25.191, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di 24.788,14.

Penguatan di Asia mengikuti reli kuat di Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 2,49 persen, indeks S&P 500 naik 2,91 persen, dan Nasdaq Composite melesat 3,83 persen.

Reli global ini juga dipicu laporan yang menyebut Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuka peluang mengakhiri perang dengan sejumlah jaminan tertentu.

Baca Juga :
Bursa Asia Terjun Bebas, Rudal Houthi ke Israel Picu Tekanan Global
Bursa Asia Rontok, Ketidakpastian Damai AS-Iran Guncang Pasar
Bursa Asia Dibuka Beragam saat Sinyal Damai AS-Iran Masih Samar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Longok 6 Saham Rekomendasi Hari Ini
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BGN Klarifikasi Anggaran MBG: Bukan Rp335 Triliun tapi Rp268 Triliun
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Asal Usul Banyak Hiu di Perairan Bahama Bisa Positif Narkoba Jenis Kokain
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Nikita Mirzani Jatuh Sakit di Penjara, Pengacara Ajukan Izin Berobat ke Luar Rutan, Begini Kondisi Sang Artis!
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Pertamina Patra Niaga Jamin Distribusi BBM Optimal dan Harga Tetap
• 6 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.