Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pasukannya akan meninggalkan Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu.
IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pasukannya akan meninggalkan Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu.
“Kita bisa meninggalkan Iran, dan kita akan segera melakukannya,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dilansir dari Anadolu Agency pada Rabu (1/4/2026).
“Kita akan segera pergi, mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu," katanya.
AS dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang sejauh ini.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Menurut angka resmi AS, setidaknya 13 anggota militer AS telah tewas sejak perang dimulai, dan konflik tersebut telah mendorong kenaikan harga energi dan memengaruhi pengiriman minyak dan gas melalui Selat Hormuz.
Trump mengklaim bahwa tujuan pemerintahannya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir telah tercapai.
“Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Dan tujuan itu telah tercapai," katanya.
Ia juga berpendapat bahwa serangan AS telah sangat menurunkan kemampuan militer Iran, dan menyatakan bahwa dibutuhkan 15 hingga 20 tahun bagi Teheran untuk membangun kembali kekuatannya.
“Jika mereka datang ke meja perundingan, itu akan bagus. Tetapi tidak masalah apakah mereka datang atau tidak, kita telah membuat mereka mengalami kemunduran,” katanya.
“Kita telah menggulingkan satu rezim, lalu kita menggulingkan rezim kedua. Sekarang kita memiliki sekelompok orang yang sangat berbeda. Menurut saya, mereka jauh lebih masuk akal, jauh kurang radikal,” ujarnya. (Wahyu Dwi Anggoro)





