Indonesia Tuntut Investigasi PBB atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

celebesmedia.id
10 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera melakukan penyelidikan cepat, menyeluruh, dan transparan terkait serangan di Lebanon selatan yang menewaskan tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL pada akhir Maret 2026.

Melansir Antara, Rabu (1/4), perwakilan Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, menegaskan bahwa insiden tersebut harus diusut tuntas tanpa adanya kekebalan hukum bagi pelaku. 

Pemerintah Indonesia juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengawal proses investigasi hingga tuntas dan mengambil langkah tegas berdasarkan hasil penyelidikan.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai situasi Timur Tengah pada Selasa, Umar mengutuk keras serangan yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026. 

Ia menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

Indonesia turut mendesak semua pihak, termasuk Israel, agar menghentikan agresi dan mematuhi hukum internasional.

Langkah ini dinilai penting untuk menjamin keselamatan personel serta perlindungan aset milik PBB di wilayah konflik.

Umar menekankan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama. Ia mendorong penerapan langkah darurat, termasuk peninjauan ulang protokol keamanan dan pengaktifan rencana evakuasi sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Dewan Keamanan PBB juga diminta menegaskan kembali komitmen terhadap perlindungan pasukan penjaga perdamaian serta mengambil langkah konkret guna mencegah serangan lanjutan.

Indonesia menegaskan komitmennya terhadap perdamaian dunia dan menyerukan respons yang tegas, bersatu, serta jelas dari Dewan Keamanan. Bersama Prancis, Indonesia juga telah meminta digelarnya pertemuan khusus sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap misi penjaga perdamaian PBB sejak 1957.

Dalam pernyataannya, Umar menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI. Ia juga mengapresiasi solidaritas dari anggota Dewan Keamanan dan komunitas internasional.

Tiga prajurit yang gugur adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar (33), Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan (25), dan Prajurit Kepala Fahrizal Rhomadhon (27). 

Fahrizal gugur di pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr, sementara Zulmi dan Muhammad tewas dalam serangan terhadap konvoi logistik di Bani Hayyan.

Selain korban jiwa, lima personel lainnya mengalami luka, yakni Kapten Sultan Wirdean Maulana, Kopral Rico Pramudia, Kopral Arif Kurniawan, Kopral Bayu Prakoso, dan Kadet Prajurit Deni Rianto.

“Para penjaga perdamaian ini gugur dan terluka saat menjalankan mandat Dewan Keamanan,” ujar Umar.

Indonesia juga mendesak agar proses pemulangan jenazah dilakukan secara cepat, aman, dan bermartabat. Sementara itu, personel yang terluka diharapkan mendapatkan perawatan optimal agar segera pulih.

Presiden RI Prabowo Subianto turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit TNI tersebut. Ia memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan mereka dalam menjalankan tugas negara.

"Innalillahi wa innailaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah," ujar Prabowo melalui akun Instagram resminya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stop Meremehkan Proses: Curhat Guru SMK soal Kasus Amsal Sitepu
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
AS Serang Isfahan, Sasar Pangkalan Udara dan Lokasi Pengembangan Nuklir Iran | SAPA MALAM
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Editorial MI: Evaluasi Pengiriman Prajurit TNI
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Firdha Razak Diduga Terkena Penyakit Nonmedis Usai Bongkar Dugaan Poliandri Menantunya
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Film Akal Imitasi Angkat Kisah Pendidikan dan AI, Syuting Perdana di Makassar
• 11 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.