Bisnis.com, JAKARTA - Berikut adalah prediksi harga emas jika perang antara AS-Israel vs Iran berakhir dalam waktu dekat ini.
Seperti dilansir dari FX Empire, harga emas kembali menunjukkan penguatan signifikan setelah pernyataan Presiden Iran yang menyatakan kesiapan untuk mengakhiri perang, dengan syarat adanya jaminan tertentu.
Sentimen ini langsung memengaruhi pergerakan pasar global, terutama komoditas logam mulia.
Pada awal April 2026, emas (XAUUSD) berhasil menembus level di atas USD 4.600 per ons, didorong oleh fokus pasar terhadap penurunan tajam harga minyak.
Pernyataan dari Presiden Iran yang membuka peluang berakhirnya konflik menjadi katalis utama pergerakan ini.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, sempat menyatakan bahwa AS akan meningkatkan serangan jika Iran tidak menyepakati kesepakatan. Namun, sinyal deeskalasi dari Iran membuat pasar mulai bereaksi positif.
Baca Juga
- Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini, Rabu 1 April 2026
- Harga Emas Antam Melambung jadi Rp2,90 Juta per Gram Hari Ini (1/4)
- Harga Emas UBS & Galeri 24 di Pegadaian Turun Hari Ini, Rabu 1 April 2026
Di sisi lain, harga minyak pun terkoreksi. Minyak WTI turun di bawah USD 101 per barel, sementara Brent melemah mendekati USD 104 per barel.
Penurunan harga energi ini mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk logam mulia seperti emas.
Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turut mendukung penguatan emas.
Yield obligasi tenor 2 tahun turun ke sekitar 3,78%, seiring pasar menafsirkan pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang mengindikasikan bahwa suku bunga tidak akan dinaikkan hanya karena tekanan inflasi dari harga energi.
Dari sisi inflasi, kawasan Euro mencatat kenaikan dari 1,9% pada Februari menjadi 2,5% di Maret. Namun, pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dibandingkan data inflasi.
Secara teknikal, emas kini menguji area resistance di kisaran USD 4.660–4.680. Jika mampu menembus level ini, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju kisaran USD 4.860–4.880.
Perak Ikut Menguat, Didukung Aliran Dana InvestorMasih menurut laporan tersebut, harga perak juga mengalami lonjakan, seiring turunnya rasio emas terhadap perak (gold/silver ratio) ke sekitar level 62. Penurunan rasio ini menunjukkan bahwa dana spekulatif mulai mengalir ke pasar perak.
Jika rasio ini turun lebih lanjut ke bawah 62, maka berpotensi menuju level 60, yang menjadi sinyal positif bagi pergerakan harga perak.
Secara teknikal, perak saat ini mencoba menembus resistance di kisaran USD 71–72. Jika berhasil bertahan di atas USD 72, maka target berikutnya berada di kisaran USD 78–79. Indikator RSI masih berada di level moderat, sehingga masih ada ruang untuk kenaikan lanjutan.
Apa Kata Donald Trump soal Mengakhiri Perang? lanjut halaman 2...





