Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Ketiga prajurit tersebut, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya, dan Sertu Ikhwan, dilaporkan gugur dalam dua insiden berbeda pada 29 hingga 30 Maret 2026. Insiden tersebut terjadi akibat ledakan dan serangan proyektil di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di wilayah tersebut.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kepergian para prajurit bukan hanya menjadi duka bagi institusi TNI, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia. AHY yang pernah tergabung dalam Kontingen Garuda pada misi UNIFIL tahun 2006 memahami secara langsung risiko dalam tugas menjaga perdamaian dunia.
“Ini bukan sekadar kehilangan bagi TNI, tetapi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Mereka gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia,” tegas AHY.
Partai Demokrat juga menyoroti bahwa sejumlah kadernya memiliki rekam jejak dalam misi perdamaian internasional. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengemban tugas sebagai Chief of Military Observer di Bosnia pada 1995.
Sebagai bentuk penghormatan, Partai Demokrat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Para prajurit yang gugur dinilai sebagai pahlawan kemanusiaan yang telah mengabdikan diri melampaui panggilan tugas negara.
Dalam pernyataannya, Partai Demokrat juga mengutuk keras setiap bentuk serangan terhadap personel UNIFIL. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Partai Demokrat mendesak PBB dan UNIFIL untuk segera melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Di tengah meningkatnya risiko di wilayah misi, Demokrat menekankan pentingnya perlindungan maksimal bagi prajurit melalui penguatan standar operasional prosedur (SOP) serta kesiapan langkah kontinjensi yang adaptif di lapangan.
Partai Demokrat juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan para prajurit yang gugur sebagai syuhada perdamaian. Pengorbanan mereka disebut akan selalu menjadi kehormatan bagi bangsa.
Indonesia, menurut Demokrat, akan terus berperan aktif dalam upaya perdamaian dunia, namun keselamatan setiap prajurit tetap menjadi hal yang tidak tergantikan.
Editor: Redaktur TVRINews





