Hendarsam Marantoko resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Imigrasi. Pengambilan sumpah jabatan dipimpin oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto di Kantor Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Usai pelantikannya, Hendarsam menegaskan komitmennya adalah untuk menjalankan tugas sesuai arahan Presiden Prabowo, khususnya dalam mewujudkan agenda reformasi hukum yang menjadi bagian dari Astacita.
“Pertama-tama saya langsung saja menyampaikan bahwa kami mendapatkan tugas dari Bapak Presiden untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Hendarsam kepada wartawan usai pelantikan.
Ia menyebut, Direktorat Jenderal Imigrasi akan berfokus pada implementasi program-program yang telah dirancang pemerintah, termasuk 15 program aksi kementerian pada 2026, di mana tujuh di antaranya merupakan program khusus Direktorat Imigrasi.
“Tentunya yang pertama, yang paling atas kita akan mewujudkan Astacita, salah satunya itu tentang masalah reformasi hukum dan turunannya Bapak Menteri sudah mengimplementasikannya melalui 15 program aksi di tahun 2026 ini, di mana tujuh di antaranya adalah khusus program dari Direktorat Imigrasi,” katanya.
Hendarsam juga mengatakan, pentingnya memahami arah kebijakan Presiden dalam menghadapi dinamika global. Menurutnya, Imigrasi tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga harus mampu membaca kebutuhan strategis negara.
“Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai kekhasan dan keunikan, tidak hanya sebagai pelaksana teknis saja, tapi harus bisa memberikan atau membaca alam pikir daripada Pak Presiden,” ujarnya.
Dalam menjalankan tugasnya, ia menyoroti empat fungsi utama Imigrasi, yakni pelayanan publik, penegakan hukum, keamanan, dan kedaulatan negara.
Hendarsam mengatakan, konsep utama yang akan menjadi arah kebijakannya ke depan, yakni “Imigrasi untuk Rakyat”.
“Kalau saya mempunyai keyword bahwa ‘Imigrasi Untuk Rakyat’. Intinya Imigrasi adalah Untuk Rakyat. Di mana pelayanan harus untuk rakyat. Di mana fungsi keamanan harus untuk rakyat. Fungsi kedaulatan harus untuk rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hendarsam menjelaskan bahwa peran Imigrasi juga mencakup fungsi strategis sebagai fasilitator ekonomi, termasuk di sektor pariwisata, ilmu pengetahuan, dan investasi.
“Fungsi fasilitator ekonomi, fasilitator sebagai di bidang pariwisata, di bidang ilmu pengetahuan, dan juga di bidang investasi harus untuk rakyat,” lanjutnya.
Ia memastikan akan melanjutkan program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi baru yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Apa yang sudah baik yang ada selama ini kita tingkatkan, kita pertahankan dan kita tingkatkan dan kemudian memberikan inovasi-inovasi yang tentunya harus objeknya adalah rakyat,” ujarnya.
Hendarsam juga mengatakan kesiapan dirinya menjalankan tugas, dengan langsung bekerja usai dilantik hari ini.
“Hari ini langsung dari sini saya langsung bekerja,” pungkasnya.





