?Jakarta: Covid-19 BA.3.2 atau Cicada merupakan Covid-19 varian baru yang telah ditemukan di lebih 30 negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai melacak Covid-19 Cicada ini di dunia sejak Desember 2025 dan sekarang sudah masuk dalam kategori Variant Under Monitoring (VUM).
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan, varian tersebut cepat bermutasi atau highly mutated. Menurutnya, banyak negara tetap menganjurkan vaksin booster, setidaknya pada risiko tinggi.
Baca Juga :
Peningkatan Kasus Campak Tiap Tahun Dampak Pandemi Covid-19Tjandra menerangkan, gejala Covid-19 Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan varian sebelumnya. Meski demikian, pada beberapa varian terakhir Covid-19 memang ada keluhan nyeri di tenggorokan.
Dia mengatakan efektivitas vaksin yang ada kini setidaknya dapat mencegah terjadinya penyakit yang berat. Dia meminta pemerintah kembali memperkuat dan menjaga surveilans Covid-19 serta virus pernapasan lainnya.
"Kita tahu bahwa idealnya setidaknya ada tiga virus pernapasan yang selalu dipantau negara (termasuk Indonesia), yaitu Influenza, Covid-19 dan Respiratory syncytial virus (RSV)," jelasnya.
Ilustrasi Swab Test. Foto Pexels
Tjandra juga menyebut varian ini ditemukan di air limbah di banyak negara. Menurutnya, karakteristik ini harus jadi perhatian khusus.
"Artinya, kita juga harus melakukan surveilan pada air limbah negara kita, selain harus meningkatkan test dan surveilans pada manusia," katanya.



