Per 31 Desember 2025, Bank QNB Indonesia mencatat pertumbuhan kredit bersih sebesar 18 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
IDXChannel – PT Bank QNB Indonesia Tbk melaporkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025, didukung pertumbuhan kredit yang kuat serta perbaikan kualitas aset di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik.
Direktur Utama Bank QNB Indonesia, Nick Groene, mengatakan capaian kinerja tersebut mencerminkan ketangguhan model bisnis perseroan serta kemajuan dalam memperkuat fundamental bank.
“Kinerja Bank di 2025 mencerminkan ketangguhan model bisnis kami serta kemajuan yang telah dicapai dalam memperkuat fundamental Bank. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik, kami terus menjaga pertumbuhan yang disiplin dengan memastikan kualitas aset dan likuiditas tetap kuat,” ujar Nick dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (1/4/2026)
Per 31 Desember 2025, Bank QNB Indonesia mencatat pertumbuhan kredit bersih sebesar 18 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), jauh melampaui pertumbuhan kredit industri yang berada di kisaran 9,6 persen. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh segmen korporasi dan institusi.
Adapun sektor yang menjadi pendorong utama penyaluran kredit antara lain informasi dan komunikasi, manufaktur, serta jasa keuangan dan asuransi, yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam upaya mendorong praktik keuangan berkelanjutan, Bank QNB Indonesia juga berhasil menyalurkan kredit berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk pertama kalinya, yang menjadi langkah penting dalam mendukung bisnis yang bertanggung jawab di Indonesia.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 11 persen secara tahunan, sejalan dengan peningkatan aktivitas intermediasi bank. Pencapaian tersebut turut mendorong total aset Bank QNB Indonesia menjadi Rp13,2 triliun, naik sekitar 3 persen YoY dari posisi Rp12,9 triliun pada tahun sebelumnya.
Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto turun menjadi 2,2 persen, dari sebelumnya 2,7 persen pada 2024. Penurunan ini diikuti dengan berkurangnya beban provisi, mencerminkan pengelolaan risiko yang lebih efektif.
Di sisi likuiditas dan permodalan, perseroan mempertahankan posisi yang kuat dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 119,95 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 140,40 persen, keduanya berada di atas ketentuan minimum regulator sebesar 100 persen.
Sepanjang 2025, Bank QNB Indonesia membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp50,8 miliar, yang mencerminkan tahun tersebut sebagai periode transisi strategis bagi perseroan dalam memperkuat fundamental inti serta mengoptimalkan portofolio bisnis.
Memasuki 2026, perseroan akan fokus memperkuat bisnis perbankan korporasi dan institusional, sekaligus meningkatkan kapabilitas digital dan operasional. Strategi yang dijalankan meliputi pengembangan infrastruktur digital, pemanfaatan jaringan regional QNB Group, serta pendalaman hubungan dengan nasabah korporasi Tier-1 dan klien konglomerasi.
Sebagai bagian dari QNB Group, institusi keuangan terkemuka di kawasan Timur Tengah dan Afrika, Bank QNB Indonesia memiliki posisi strategis untuk menghubungkan pelaku bisnis di Indonesia dengan pasar internasional.
“Didukung fundamental yang kuat dan arah strategi yang semakin jelas, kami optimistis dapat menangkap peluang pertumbuhan sekaligus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko,” ujar Nick.
(Shifa Nurhaliza Putri)





