Hendak Jadi Dukun Pengganda Uang, Mahfud Cetak Ratusan Juta Rupiah Palsu

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Cita-cita Mahfud (39), warga Bogor, Jawa Barat, tidak lazim. Dia ingin menipu dengan menjadi dukun pengganda uang. Untuk memuluskan aksinya, ia bahkan membuat uang palsu. Namun, sebelum sempat beraksi, dia keburu ditangkap polisi.

Saat ditangkap polisi pada 30 Maret 2026 di salah satu hotel di Bogor, Mahfud sudah mencetak banyak pecahan Rp 100.000 memakai printer biasa. Jumlahnya fantastis, mencapai Rp 650 juta palsu. Dia mengaku belum sempat mengedarkannya.

"Akan tetapi, kami masih menelusuri apakah ulah pelaku sudah memakan korban atau belum," kata Kepala Sub Direktorat Ekonomi Perbankan Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus di Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Robby Syahferry, Rabu (1/4/2026).

Robby mengatakan, Mahfud mengaku merencanakan perbuatannya seorang diri sejak 2025. Pelaku menyesuaikan uang asli dengan kertas ukuran A4 sebelum dicetak menjadi uang palsu.

Sebelum ditangkap, Mahfud sebenarnya sempat membuat Rp 30 juta uang palsu untuk membayar utang. Usaha itu gagal karena ketahuan orang yang memberinya utang.

Namun, itu tampaknya tak membuatnya kapok. Mahfud masih saja nekat mencetak uang palsu.

Kenekatan itu membuatnya dicurigai warga yang lantas melaporkan ulah itu pada polisi. Setelah diintai selama dua minggu, polisi menangkap Mahfud.

Dari tangan Mahfud, polisi total menyita 12.191 lembar uang palsu, dua telepon genggam, printer, alat pemotong kertas, kertas berukuran A4, tinta isi ulang, hingga alat potong.

Mahfud dijerat Pasal 374 KUHP dan Pasal 375 Juncto Pasal 20 KUHP tentang memalsukan mata uang. Ancaman pidanya 10-15 tahun atau denda Rp 5 miliar-Rp 50 miliar.

Baca JugaUang Palsu Diedarkan Malam Hari, Masyarakat Kecil Jadi Sasaran
Baca JugaUang Palsu Digunakan untuk Bayar Utang dan Beli Sepeda Motor
Uang palsu

Hanya mengandalkan printer murahan, uang palsu buatan Mahfud tergolong kualitas rendah. Namun, kejahatan ini tetap harus diwaspadai dan diberantas. Potensi ada warga yang tertipu bisa saja terjadi.

Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Budi Sudaryono mengatakan, barang bukti yang teridentifikasi merupakan uang palsu kualitas sangat rendah. Keasliannya diidentifikasi secara kasat mata melalui metode dilihat, diraba, dan diterawang.

Uang palsu tersebut, lanjut Budi, dicetak menggunakan teknik biasa, mesin printer biasa. Uang palsu milik Mahfud juga tidak memiliki benang pengaman dan tanda air. Blind code yang biasanya timbul, untuk memudahkan warga tuna netra, juga hanya dicetak biasa.

"Dengan demikian, dapat dikatakan uang palsu tersebut berkualitas sangat rendah seperti temuan uang palsu pada kasus-kasus sebelumnya," ujar Budi.

Sejalan dengan praktik internasional, Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas uang rupiah. Ini bagian dari strategi penanggulangan uang palsu dengan desain uang yang semakin mudah dikenali sekaligus menyulitkan pemalsuan.

Sepanjang tahun 2025, misalnya, Bank Indonesia mencatat rasio uang palsu sebanyak 4 lembar dalam setiap 1 juta lembar uang asli yang beredar. Namun, pihaknya mendorong sanksi yang lebih tinggi kepada pelaku tindak pidana uang palsu sebagaimana amanat undang-undang.

"Jaga dan rawat uang rupiah dengan baik agar keasliannya lebih mudah dikenali. Jangan dilipat, dicoret, distapler, diremas, dan dibasahi," ucap Budi.

Perwakilan dari Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) di Badan Intelijen Negara Sumardianto menambahkan, peredaran uang palsu harus tetap diwaspadai. Diseminasi informasi cara membedakan uang asli atau palsu harus terus digiatkan.

"Dampak peredaran uang palsu itu paling terasa oleh masyarakat, khususnya UMKM. Uang kembalian, kan, asli. Perlu nanti diungkap sampai auktor intelektual," kata Sumardianto.

Kali ini, rencana Mahfud menjadi dukun pengganda uang tidak tercapai. Namun, ulah nekat serupa sangat rawan bermunculan dan merugikan bila kita tidak waspada.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kajari Karo-Kasi Pidsus Diperiksa Kejati Sumut
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Dukun di Bogor Palsukan Duit, Begini Cara Bedakan dengan yang Asli
• 1 jam laludetik.com
thumb
Melimpahnya Stok Sektor Bek Kiri Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Persaingan Panas, John Herdman Masih Punya Banyak Pilihan!
• 36 menit lalubola.com
thumb
Hendarsam Marantoko Resmi Dilantik Jadi Dirjen Imigrasi
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Belanja Lebaran Tetap Jalan Meski Ekonomi Lesu, Ramadan Rhapsody 2026 Raup Omzet Rp1,1 Miliar
• 19 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.