Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja PT RMK Energy Tbk. (RMKE) tertekan pada 2025 seiring dengan penurunan pendapatan penjualan batu bara meski manajemen mulai melihat sinyal pemulihan pada akhir tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan RMKE, dikutip Rabu (1/4/2026), pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp2,21 triliun pada 2025, turun 10,1% dari Rp2,46 triliun pada 2024. Penurunan ini terutama dipicu oleh melemahnya penjualan batu bara yang susut 19,8% menjadi Rp1,37 triliun dari sebelumnya Rp1,71 triliun.
Kontraksi tersebut menunjukkan tekanan pada bisnis perdagangan batu bara yang selama ini menjadi penopang utama kinerja perseroan.
Direktur RMKE Vincent Saputra mengatakan kinerja sepanjang tahun masih tertekan oleh dinamika pasar. Adapun, kinerja tahun penuh 2025 masih terdampak oleh kondisi pasar yang cenderung volatil terutama disebabkan kondisi geopolitik dan kondisi dalam negeri.
"Namun, pada kinerja semester kedua tahun lalu, terutama pada kuartal keempat kami melihat tren yang sangat membaik," katanya dalam siaran pers.
Adapun, tekanan pada segmen batu bara menjadi faktor utama yang menahan kinerja, mencerminkan pelemahan pada bisnis perdagangan yang selama ini dominan.
Baca Juga
- RMK Energy (RMKE) Rencanakan Buyback Saham Rp200 Miliar
- RUPSLB RMK Energy (RMKE) Angkat Edwin Tedjasukmana Jadi Direktur
- RMK Energy (RMKE) Patok Laba Bersih Rp800 Miliar 2026, Ini Faktor Pendorongnya
Di sisi lain, segmen pendapatan jasa justru naik 11,6% menjadi Rp837,8 miliar pada 2025 dari Rp750,2 miliar pada tahun sebelumnya. Kontributor terbesar berasal dari jasa unloading, loading, dan crushing yang mencapai Rp596,7 miliar, disusul transportasi sebesar Rp208,1 miliar.
Kinerja ini mengindikasikan pergeseran kontribusi bisnis ke arah jasa logistik yang mulai menopang pendapatan di tengah tekanan harga dan volume batu bara.
Vincent menuturkan peningkatan ini didorong ekspansi operasional di hulu. Kinerja laba dari segmen jasa meningkat tajam, dengan adanya peningkatan pendapatan terutama dari area operasional di hulu dengan pengoperasian fasilitas baru, hauling road sejak 2025.
"Dengan fasilitas ini, RMKE dapat membukukan pendapatan tambahan pada area hulu walau volume jasa di hilir [pada muatan tongkang] masih cenderung flat," katanya.
Namun demikian, pertumbuhan jasa belum cukup untuk menahan penurunan total pendapatan. Struktur bisnis yang masih bergantung pada batu bara membuat kinerja konsolidasi tetap tertekan.
Dari sisi pelanggan, perseroan juga mencatat perubahan struktur pendapatan. Pada 2025, tidak ada satu pun pelanggan yang berkontribusi lebih dari 10% terhadap total pendapatan.
Berbeda dengan 2024 yang masih didominasi oleh beberapa pelanggan utama seperti Hua Qin International Trading Pte. Ltd, PT Oktasan Barunapersada, dan Bary Commodities Pte. Ltd. yang memiliki kontribusi lebih dari 10% terhadap total pendapatan Grup.
Sementara itu, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp1,81 triliun dari Rp2 triliun pada 2024, sejalan dengan penurunan aktivitas bisnis. Penurunan biaya terutama terjadi pada segmen batu bara, termasuk produksi, pengangkutan, dan royalti, yang mengikuti penurunan volume dan penjualan.
Pada 2026, manajemen melihat peluang pemulihan dengan mengandalkan penguatan bisnis jasa.
"Kami masih optimis untuk dapat membukukan kinerja baik pada tahun 2026, dengan dua engine pendapatan jasa baik di area hulu dan hilir melalui penambahan tambang-tambang baru yang akan terhubung secara langsung dengan fasilitas hauling road tersebut," tuturnya.
RMKE, lanjutnya, akan fokus menambah volume jasa seiring dengan penambahan klien baru serta meningkatkan penjualan batu bara dengan opsi pembelian dari tambang yang telah terhubung dengan hauling road.
RMKE menargetkan bisa mencapai volume pengangkutan jasa batu bara sebesar 12,7 juta ton dan volume penjualan batu bara sebesar 3,6 juta ton.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




