Bisnis.com, JAKARTA — PT Merck Tbk. (MERK), emiten farmasi produsen Neurobion hingga Sangobion, mampu mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp243,8 miliar pada 2025 atau melonjak 58,9% secara tahunan.
Berdasarkan laporan keuangan MERK, dikutip Rabu (1/4/2026), laba tahun berjalan tersebut menanjak dari realisasi 2024 yang hanya sebesar Rp153,46 miliar.
Kendati demikian, lonjakan pertumbuhan laba tahun berjalan tersebut ternyata tidak diiringi dengan kenaikan penjualan yang signifikan. MERK hanya membukukan penjualan sebesar Rp1,2 triliun pada 2025, naik 15,8% dari Rp1,03 triliun pada 2024.
Kinerja ini ditopang peningkatan penjualan domestik yang mencapai Rp918,6 miliar serta ekspor Rp282 miliar.
Dari sisi operasional, segmen kesehatan konsumen menjadi penyumbang laba terbesar dengan laba sebelum pajak dan beban keuangan Rp206,2 miliar, jauh di atas segmen biopharma sebesar Rp114,1 miliar.
Sementara itu, segmen biopharma tetap menjadi kontributor utama penjualan dengan nilai Rp710,1 miliar, dibandingkan kesehatan konsumen Rp490,5 miliar.
Baca Juga
- Emiten Farmasi Merck (MERK) Bakal Bagi Dividen Rp170 per Saham, Catat Jadwalnya
- Merck (MERK) Siapkan Cuan Dividen Rp143,3 Miliar, Catat Jadwalnya
- PT Merck Tbk (MERK) Catat Kinerja Positif, Laba Naik 25 Persen
Di sisi neraca, total aset lancar 2025 meningkat 47,6% menjadi Rp1,04 triliun dibandingkan dengan Rp709,59 miliar pada tahun sebelumnya.
Kenaikan ini terutama berasal dari lonjakan kas dan setara kas menjadi Rp363,85 miliar dari Rp87,68 miliar, serta peningkatan piutang usaha pihak ketiga.
Sebaliknya, persediaan turun menjadi Rp316,09 miliar pada 2025 dari Rp391,91 miliar di tahun sebelumnya. Penurunan terbesar terjadi pada segmen barang jadi dan bahan kemasan yang masing-masing sebesar 46,2% dan 49,8% secara tahunan.
Perusahaan juga mencatat hubungan transaksi yang kuat dengan entitas afiliasi global, termasuk induk usaha Merck KGaA di Jerman, dalam bentuk penjualan, pembelian bahan baku, hingga royalti dan jasa.
Penjualan kepada entitas sepengendali tercatat Rp57,5 miliar pada 2025 atau sekitar 4,79% dari total pendapatan. Nilai tersebut menurun dari tahun sebelumnya yang berkontribusi hingga 6,75% dari total pendapatan 2024.
Secara geografis, pasar domestik masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi lebih dari 76% atau sebesar Rp918,64 miliar terhadap total penjualan, menegaskan fokus bisnis perseroan di dalam negeri.
Dari sisi organisasi, jumlah karyawan Merck diketahui menyusut menjadi 364 orang pada 2025 dari sebelumnya 376 orang pada 2024.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





