Menko Polkam minta PBB transparan usut kasus serangan di Lebanon

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago meminta jajaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar transparan dalam menyelidiki kasus serangan di Lebanon selatan yang mengakibatkan gugurnya tiga personel pasukan perdamaian dari TNI.

"Pemerintah menuntut penyelidikan PBB yang cepat, transparan, dan komprehensif serta menegaskan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan," ujar Djamari dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, serangan berulang yang dialami personel TNI merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan mencerminkan rendahnya komitmen terhadap jaminan keselamatan pasukan perdamaian oleh pihak yang bertikai.

Selain itu, insiden itu juga menjadi luka tersendiri untuk TNI karena harus kehilangan prajurit-prajurit terbaiknya di tengah-tengah misi menciptakan perdamaian dunia.

Ia mengatakan jika peristiwa itu tidak ditangani secara serius, tidak menutup kemungkinan pasukan perdamaian dari negara lain juga akan menjadi korban serangan di wilayah tersebut.

Oleh karenanya, Djamari kembali menekankan kepada PBB untuk bertindak tegas, bersatu, dan konsisten dalam menindaklanjuti hasil penyelidikan demi menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

Ia melanjutkan bahwa Kemenko Polkam selaku Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP) juga akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan personel di daerah penugasan.

Ia juga akan mendorong peninjauan ulang protokol keamanan prajurit agar sesuai dengan perkembangan situasi di wilayah konflik Lebanon selatan.

Sebelumnya, tiga personel TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dikabarkan gugur saat bertugas di Lebanon pada Maret 2026 ini.

Berdasarkan data TNI, mereka yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar.

Fahrizal meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Minggu (29/3). Sedangkan Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin (30/3).

Baca juga: Panglima TNI janji hak dan masa depan keluarga prajurit gugur di Lebanon

Baca juga: RI tuntut PBB selidiki serangan Israel terhadap prajurit TNI di UNIFIL

Baca juga: Prabowo berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelindo Regional 4 Layani 758.000 Penumpang Selama Lebaran 2026, Naik 10,41% YoY
• 9 jam lalueranasional.com
thumb
Tarif Listrik Dipastikan Tidak Naik hingga Juni 2026
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Gempa Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Raja Ampat Papua Barat Daya
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Pemkot Surabaya Tambah Titik CFD Dukung Mobilitas Ramah Lingkungan
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Abdul Mu’ti Sebut Pendidikan Senjata Utama Berdayakan Perempuan
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.