7 Saksi Penyiraman Air Keras di Bekasi Diperiksa, Motif Masih Misterius

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Tambun Selatan telah memeriksa sejumlah saksi dan menyita barang bukti terkait penyiraman air keras terhadap warga bernama Tri Wibowo (54).

“Sejauh ini saksi yang sudah dimintai keterangan tujuh orang. Barang bukti yang diamankan berupa pakaian dan sandal yang digunakan korban,” ujar Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Rentetan Teror Air Keras di Bekasi, Dari Mobil Fotuner hingga Warga Kena Stroke

Polisi masih mendalami motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut yang masih menjadi misteri hingga saat ini.

“Belum diketahui dugaan motifnya,” kata dia.

Selain itu, penyidik juga akan menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan kasus serupa yang sebelumnya terjadi di lokasi yang sama.

Polisi tengah menyelidiki dugaan hubungan antara kasus yang menimpa Tri dengan rangkaian teror penyiraman air keras yang sebelumnya menyasar kendaraan mobil warga pada Oktober dan November 2025.

Saat ini, pendalaman keterangan dari korban masih terbatas karena kondisi kesehatan yang belum stabil.

“Korban hanya memberikan keterangan terbatas di awal setelah kejadian karena kondisinya,” kata Wuriyanti.

Sebelumnya diberitakan, Tri menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang pria tak dikenal saat berjalan menuju mushala untuk menunaikan shalat subuh di Perumahan Bumi Sani, Kelurahan Setia Mekar, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Saksi Ungkap Ciri Penyiram Air Keras di Bekasi: Naik Motor Matic dan Berjaket Hitam

Jarak mushala dari rumah korban diketahui sekitar 50 meter. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh.

“Korban mengalami luka bakar sekitar 30 persen di area wajah, telinga, leher, dada, perut, dan bahu,” ujar Wuriyanti.

Wuriyanti menambahkan, jenis cairan yang digunakan pelaku masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah petunjuk.

Dalam kasus ini, penyelidikan juga melibatkan Satreskrim Polres Metro Bekasi. Hingga kini, pelaku penyiraman air keras tersebut masih diburu polisi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polling: Apakah Argentina akan Kembali Juara Piala Dunia?
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Lee Jae Myung: Saya Berharap RI-Korsel Bersinar dan Makmur Bersama
• 16 menit laludetik.com
thumb
Free Float 15% Berlaku, Harga Saham Berpotensi Tertekan
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BBM Tetangga RI Naik Rp 30.000/Liter Akibat Perang AS-Israel VS Iran
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Putin Untung Besar dari Perang Iran, tapi...
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.