FAJAR, MAKASSAR — Keluarga besar Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menggelar Halal Bihalal dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan di Lapangan Bulutangkis Kampus 1 Tamalanrea, Rabu (1/4/2026) atau bertepatan dengan 13 Syawal 1447 Hijriah.
Kegiatan ini menjadi momentum saling memaafkan sekaligus mempererat silaturahmi usai perayaan Idulfitri. Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan politeknik, anggota senat, pimpinan jurusan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga perwakilan mitra PNUP.
Selain sebagai ajang silaturahmi, Halal Bihalal juga dimaknai sebagai ruang memperkuat ukhuwah dan meneguhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan peran serta tanggung jawab di lingkungan kampus.
Direktur PNUP, Prof Rusdi Nur, dalam sambutannya menegaskan bahwa silaturahmi tidak sekadar berjabat tangan, tetapi juga menyatukan frekuensi batin untuk membangun sistem kerja yang sehat.
Menurutnya, hubungan harmonis antar unsur pimpinan, senat, jurusan, hingga seluruh unit kerja menjadi fondasi penting dalam mendorong kemajuan institusi.
“Bersama dalam kebaikan dan unggul dalam kinerja merupakan filosofi kerja yang menggabungkan nilai etika dengan pencapaian hasil yang tinggi. Target organisasi tidak harus mengorbankan moralitas, tetapi dicapai melalui kolaborasi, sinergi, dan perilaku positif,” ujarnya.
Ia berharap momentum Halal Bihalal ini mampu memperkuat silaturahmi seluruh keluarga besar PNUP.
“Dengan semangat saling memaafkan, diharapkan tercipta suasana kerja yang harmonis, produktif, dan saling mendukung dalam mewujudkan berbagai program kerja ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Ustaz Muhammad Taslim dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarsesama manusia (hablum minannas) melalui komunikasi yang jujur, sikap saling memaafkan, dan empati.
Ia menekankan bahwa kesempurnaan iman tercermin dari kemampuan seseorang untuk memaafkan, bahkan sebelum diminta maaf.
“Kesempurnaan iman juga tercermin dari kemampuan seseorang untuk memaafkan orang lain bahkan sebelum dimintai maaf,” tuturnya.
Taslim juga mengingatkan agar menghindari sifat sombong yang dapat merusak hubungan sosial dan menjauhkan seseorang dari kebenaran.
“Sifat sombong adalah penyakit hati yang merugikan. Sebaliknya, sikap rendah hati atau tawadhu menjadi kunci kebahagiaan dan kemuliaan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai kebersamaan, saling menghargai, serta semangat memperbaiki diri terus tumbuh di lingkungan PNUP, sebagai bagian dari upaya membangun kampus yang semakin maju dan harmonis.





