Puan: Negara Layak Beri Penghargaan Tertinggi bagi Prajurit Gugur

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Ketua DPR Puan Maharani menegaskan bahwa negara wajib memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Puan mendorong pemerintah dan Panglima TNI untuk memastikan hak-hak para prajurit tersebut dipenuhi sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka di garis depan konflik.

"Ketiga putra terbaik Indonesia tersebut gugur saat menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia. Sudah selayaknya negara memberikan penghargaan sebaik-baiknya atas pengorbanan mereka," ujar Puan di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 1 April 2026.
 

Baca Juga :

Menko Polkam Minta PBB Transparan Usut Serangan di Lebanon

Puan menyampaikan dukacita mendalam, baik secara pribadi maupun atas nama institusi DPR. Menurutnya, keberanian para prajurit ini membuktikan bahwa posisi Indonesia di panggung internasional tidak hanya dibangun lewat diplomasi politik, tetapi juga melalui aksi nyata di wilayah konflik yang berisiko tinggi.

"Atas nama DPR RI maupun pribadi, saya sampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga anak bangsa yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di Lebanon," ujar Puan.

Lebih lanjut, Puan menekankan bahwa perdamaian dunia adalah tanggung jawab bersama yang memiliki konsekuensi nyata. Ia berharap tragedi ini menjadi alarm bagi komunitas internasional, terutama pihak-pihak yang terlibat dalam konflik geopolitik berkepanjangan, untuk segera menghentikan kekerasan.

"Perang harus segera dihentikan. Sudah berapa banyak korban berjatuhan demi kekuasaan pihak-pihak tertentu. Perserikatan Bangsa-Bangsa harus berani bertindak tegas," tegas Puan.


Ketua DPR Puan Maharani. Foto: ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya.

Serangan artileri Israel di Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret 2026, menyebabkan Praka Farizal Rhomadhon gugur. Berselang sehari, pada Senin, 30 Maret 2026, serangan kembali terjadi terhadap konvoi logistik UNIFIL yang menewaskan dua prajurit lainnya, yakni Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Selain korban gugur, serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam penanganan medis. Puan berharap pengabdian mereka dapat memperkuat kesadaran nasional akan pentingnya menjaga perdamaian dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Pertama Jadi Dosen, Yoo Yeon Seok Malah Keasyikan Ngajar Sampai 2 Jam
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
TNI dan Pemda Bangun Jembatan Gantung di Way Bungur
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Impor RI Naik 10,85 Persen di Februari 2026, Capai USD20,89 Miliar
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Mitigasi Dampak Geopolitik Global demi Jaga Kinerja Pariwisata Nasional
• 4 menit lalupantau.com
thumb
Video Call dengan Mantan, Pria Ini Tiba-Tiba T3mb4k Kepala Sendiri
• 2 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.