Pantau - Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kemitraan strategis Indonesia dan Jepang, khususnya dalam sektor ekonomi, investasi, dan pembangunan industri masa depan saat Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo pada 30 Maret 2026.
Dorongan Penguatan Kemitraan StrategisPrabowo menilai Jepang sebagai mitra penting yang telah lama berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia melalui investasi di berbagai sektor seperti otomotif, elektronik, hingga energi terbarukan.
Ia menegaskan bahwa kerja sama yang terjalin tidak hanya perlu dilanjutkan, tetapi juga ditingkatkan ke level yang lebih tinggi untuk menciptakan stabilitas jangka panjang.
Hubungan kedua negara selama ini dinilai saling melengkapi, di mana Jepang menyediakan modal dan teknologi, sementara Indonesia menawarkan sumber daya alam serta pasar yang besar.
Namun demikian, muncul pertanyaan terkait arah kemitraan tersebut, apakah mampu mendorong transfer teknologi nyata atau justru memperkuat ketergantungan lama.
Peluang Industri dan Tantangan GlobalDalam konteks global, tren kendaraan listrik menjadi peluang besar bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama industri.
Data laporan Global EV Outlook dari International Energy Agency menunjukkan penjualan mobil listrik global meningkat lebih dari 35 persen pada awal 2025.
Jepang memiliki teknologi dan jaringan industri yang kuat, sementara Indonesia memiliki cadangan nikel besar serta pasar domestik yang terus berkembang.
Kondisi ini membuka peluang kolaborasi strategis berbasis kebutuhan bersama atau interdependensi dalam kerangka kerja sama ekonomi.
Sebagai informasi tambahan, kemitraan Indonesia-Jepang diharapkan tidak hanya berfokus pada investasi, tetapi juga mendorong hilirisasi industri dan peningkatan peran Indonesia dalam menentukan arah industri masa depan.



