Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kunjungan yang awalnya tampak biasa berubah menjadi momen tegang. Dedi Mulyadi terlihat kesal saat melakukan sidak ke SMA negeri 2 Subang setelah mendapati kondisi sekolah yang dinilai kurang terawat. Tak hanya menegur, ia bahkan langsung mengeluarkan dana Rp20 juta untuk perbaikan atap yang rusak.

Peristiwa ini terjadi saat Dedi Mulyadi mampir ke sekolah tersebut. Namun, kondisi di lapangan justru mengejutkannya. Ia melihat pos satpam yang kotor, jaket tergantung sembarangan, hingga lingkungan sekolah yang dipenuhi sampah dedaunan yang tidak dirapikan.

Tak berhenti di situ, saat berkeliling, Dedi juga menemukan beberapa bagian bangunan yang mengalami kerusakan, termasuk plafon yang bolong dan atap yang sudah rusak.


Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)

“Problemnya sederhana, genteng bocor enggak dibenerin. Itu aja. Belanda juga banyak yang tahun 1800-an masih hidup,” ujar Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube pribadinya (1/4/2026).

Pihak sekolah sempat menjelaskan bahwa beberapa bagian sudah diperbaiki menggunakan dana RKAS. Namun, Dedi langsung menanyakan detail perbaikan tersebut.

“Mana yang sudah direhab?” tanya Dedi Mulyadi.

Kepala sekolah mencoba menjelaskan, “Ini sebenarnya hanya kita, justru jadi kita itu...”

Namun Dedi kembali menegaskan fokus persoalan yang ia lihat di lapangan.

“Heeh. Kan saya nanya cuma ini bocor ini aja kan. Ini kan perbaikannya hanya perbaikan ini, Pak. Hanya perbaikannya perbaikan ini. Artinya ini bisa diselesaikan, kan ini masih kokoh, cuma rehab atap,” tegasnya sambil menyentuh dinding kelas.

Ia kemudian melanjutkan peninjauan hingga ke bagian belakang sekolah. Di sana, ia kembali menemukan ruang kelas dengan kondisi atap yang rusak cukup parah.

“Ini kan, ini problemnya cuma problem di atap, temboknya masih kokoh. Kan saya ngukur tembok, Pak. Artinya temboknya masih kokoh. Jadi ini hanya perlu rehab atap,” ujarnya.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa beberapa bagian tembok memang sudah diperbaiki sebelumnya, termasuk penggantian kusen. Namun, Dedi kembali menegaskan bahwa inti masalah ada pada atap.

“Iya. Artinya temboknya masih kokoh. Saya kan ngomong begitu. Ini hanya perlu rehab atap, kan gitu. Saya kan ngomong itu, Pak,” lanjutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tangkap Peluang IPO WBSA, IPOT Incar Investor Ritel
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Breaking News: Gempa Magnitudo 7,6 Sangat Terasa di Manado
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Batu Bara Ambruk 4,6%, Pesta Bubar
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Foto: Kabel Semrawut di Trotoar Tebet, Ditata Demi Keselamatan Pejalan Kaki
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Gunakan Transportasi Umum-Sepeda
• 46 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.