Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada Rabu (1/4), didorong kenaikan signifikan saham Alphabet dan sejumlah perusahaan berkapitalisasi besar lainnya, usai Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa perang di Iran berpotensi segera berakhir.
Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 0,72 persen dan ditutup di level 6.575,32. Nasdaq menguat 1,16 persen ke 21.840,95, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,48 persen menjadi 46.565,74.
Trump mengatakan kepada Reuters, AS akan “keluar dari Iran dengan cukup cepat” dan bisa kembali melakukan serangan terbatas jika diperlukan. Pernyataan itu disampaikan beberapa jam sebelum ia dijadwalkan berpidato kepada publik terkait perang tersebut.
“Pernyataan Trump cenderung berubah-ubah. Semua orang mencoba menafsirkan apa yang sebenarnya ia maksud. Pasar ingin melihatnya sebagai sinyal positif, mereka ingin perang segera berakhir,” ujar manajer portofolio senior di Globalt Investments, Thomas Martin.
Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar menguat, dengan Alphabet naik 3,4 persen, sementara Meta Platforms dan Amazon masing-masing naik lebih dari 1 persen.
Wall Street telah menguat selama dua hari berturut-turut seiring spekulasi investor bahwa perang antara AS dan Israel melawan Iran akan segera berakhir. Dalam sebulan terakhir, harga energi melonjak tajam dan memicu kekhawatiran inflasi global, setelah konflik tersebut mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz.
Dengan kenaikan pada Rabu (1/4), S&P 500 masih tercatat turun sekitar 4 persen sepanjang 2026. Indeks ini diperdagangkan di bawah 20 kali proyeksi laba, menjadi rasio valuasi terendah dalam 10 bulan terakhir menurut data LSEG. Indeks chip PHLX juga naik 2,82 persen, melanjutkan penguatan untuk hari kedua.
Kemudian, SpaceX dilaporkan secara rahasia telah mengajukan penawaran umum perdana (IPO), menurut sumber yang mengetahui hal tersebut, yang mendorong kenaikan saham-saham sektor antariksa. Intuitive Machines naik 9 persen, Planet Labs melonjak 10 persen, dan Rocket Lab bertambah 2 persen. Sementara itu, dana investasi Destiny Tech100 yang memiliki saham SpaceX naik 9,1 persen.
Saham Eli Lilly naik 3,8 persen setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyetujui pil penurun berat badan milik perusahaan tersebut yang akan dipasarkan dengan nama Foundayo. Intel melonjak 8,8 persen setelah mengumumkan rencana membeli kembali saham Apollo di pabriknya di Irlandia senilai USD 14,2 miliar.
Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai indikator ketakutan pasar, turun ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Harga minyak turun tajam, sehingga indeks energi S&P 500 merosot 3,9 persen ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Saham maskapai penerbangan justru menguat, dengan sub-indeks S&P Composite Passenger Airlines naik 2,3 persen.
Di sisi lain, saham Nike anjlok 15,5 persen ke level terendah dalam satu dekade setelah perusahaan memperkirakan penurunan tak terduga pada penjualan kuartal keempatnya.
Data ketenagakerjaan nasional dari ADP menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta meningkat stabil pada Maret, sementara penjualan ritel pada Februari mencatat kenaikan tertinggi dalam tujuh bulan. Aktivitas manufaktur AS juga mengalami peningkatan bulan lalu, menurut indikator dari Institute for Supply Management.
Pasar kini menantikan data nonfarm payroll bulan Maret yang akan dirilis pada Jumat (3/4), meskipun pasar saham AS akan tutup karena libur Good Friday.
Seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi, pelaku pasar kini menilai peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve hingga akhir tahun lebih besar dibandingkan peluang penurunan. Jumlah saham yang naik di S&P 500 juga lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,5 banding 1. S&P 500 mencatat 6 saham mencapai level tertinggi baru dan 12 saham di level terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 63 saham di level tertinggi baru dan 102 di level terendah.
Volume perdagangan di bursa AS relatif ringan, dengan total 18,8 miliar saham diperdagangkan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20,2 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya.





