Bisnis.com, JAKARTA — Emiten terafiliasi Grup Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX), mengungkap sejumlah faktor yang menekan kinerja pendapatan dan laba perseroan sepanjang 2025 seiring dengan lesunya pasar otomotif nasional.
Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati mengatakan, secara keseluruhan 2025 menjadi periode yang dinamis sekaligus menantang secara operasional dengan kinerja keuangan yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih MPMX tercatat sebesar Rp461,91 miliar pada 2025, turun 19,3% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp572,28 miliar pada 2024.
Di sisi lain, pendapatan perseroan tercatat Rp16,15 triliun pada tahun lalu, terkoreksi tipis 1,4% YoY dibandingkan 2024 yang sebesar Rp16,38 triliun.
"Kami melihat dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, termasuk tekanan terhadap daya beli masyarakat, tingkat suku bunga yang relatif masih tinggi, serta moderasi pertumbuhan konsumsi domestik," ujar Suwito, Rabu (1/4/2026).
Dia menjelaskan kondisi tersebut tercermin pada perlambatan pertumbuhan di sejumlah sektor yang berkaitan dengan konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua dan pembiayaan konsumen.
"Namun demikian, tekanan di tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perseroan untuk melakukan evaluasi strategis, memperkuat fondasi operasional dan meningkatkan adaptabilitas organisasi dalam menghadapi perubahan industri yang semakin cepat," katanya.
Secara terperinci, pada segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMX melalui MPMulia mencatat pendapatan Rp15,2 triliun atau turun 2% YoY. Segmen distribusi membukukan penjualan sekitar 699.000 unit, sementara pendapatan bisnis aftermarket suku cadang meningkat 3,5% YoY.
Penyesuaian kinerja tersebut sejalan dengan moderasi permintaan kendaraan roda dua di pasar domestik. Bisnis ritel melalui MPMotor mencatat penjualan 187.000 unit, sedangkan pendapatan ritel dari aftermarket suku cadang dan layanan perbaikan tumbuh 24% YoY.
Selanjutnya, penjualan mobil bekas melalui AUKSI meningkat 6% YoY menjadi 4.000 unit, yang mayoritas berasal dari kendaraan niaga. Dalam pengembangan bisnis, perseroan berencana mengintegrasikan hingga 10 kantor cabang MPMRent sebagai cabang AUKSI.
Pada segmen penyewaan kendaraan, MPMRent mempertahankan armada stabil di kisaran 15.000 unit dengan tingkat utilisasi mencapai 92%. Kontribusi terbesar berasal dari mobil penumpang dengan pelanggan dari sektor jasa keuangan, perdagangan dan distribusi.





